Selasa, 20 November 2012

Pendekar Gila - Mawar Maut Perawan Tua


Author : Firman Raharja
Judul : Pendekar Gila - Mawar Maut Perawan Tua
Penerbit Cintamedia, Jakarta
Penyunting : Tuti Sh
128 hal. ; 12 x 18 cm
Ebook (PDF) by syauqy_arr, Edit Teks (fujidenkikagawa) Sinopsis:
"Kau...! Akh...!" Ki Balamprang memekik keras. Dua bunga mawar telah menembus dadanya! Dan, tak lama kemudian sebuah bayangan berkelebat cepat meninggalkan tempat itu.
Tmggal murid-murid Ki Balamprang yang terkejut menyaksikan gurunya mati dengan dada tertancap bunga mawar. Pembunuhnya pun tidak diketahui sama sekali.
Siapakah wanita berpakaian serba merah itu? Benarkah dia yang berjuluk Mawar Maut Perawan Tua? Mengapa dirinya membunuhi orang-orang yang dekat dengan Kanjeng Adipati Pamakasan?
Benarkah Dewi Pedang Beracun hidup kembali? Dan membunuhi orang-orang yang telah mengkhianatinya sepuluh tahun Silam?!


Link download (pdf)

Senin, 19 November 2012

Dewa Arak - Banjir Darah di Bojong Gading


Author : Aji Saka
Judul : Dewa Arak - 005.
Banjir Darah di Bojong Gading
128 hal ; 12 x 18

Cetakan pertama
Penerbit Cintamedia, Jakarta
Penyunting : Puji S

Gambar sampul oleh Pro's

Sinopsis
: "Mustahil," teriak Ki Temula ketika melihat gudang tahanan yang kosong, dan rantai-rantai gelang baja berserakan di tanah dalam keadaan utuh. Dan memang, gua itu telah kosong! Padahal Ki Temula dan Dewa Arak tahu betul kalau sebelumnya di dalam tahanan ini ada penghuninya. Lalu ke manakah gerangan orang itu? Bagaimana caranya dia lolos? Benarkah dia yang membunuh Ki Gayadi dan menyebabkan bumi Bojong Gading dibanjiri darah? Bagaimanakah Dewa Arak harus mencegah terjadinya perang saudara ini? Dan mampukah Arya menghadapi biang keladi semua kekacauan ini, yang dikabarkan memiliki banyak ilmu-llmu gaib? Di antaranya 'Aji Welut Pulih' yang bisa menjadikan tubuh selicin belut dan seperti tak bertulang!

Link download (pdf)

Dewa Arak - Memburu Putri Datuk


Author : Aji Saka
Judul: Dewa Arak - 011.Memburu Putri Datuk
Tebal:128 hal ; 12 x 18

Cetakan pertama

Penerbit Cintamedia, Jakarta

Penyunting : Widarto

Gambar sampul oleh Pro's

Ebook (pdf) by syauqy_arr, Edit Teks (fujidenkikagawa)
Sinopsis:
"Melati...," panggil Dewa Arak penuh rasa rindu. Matanya terus menatapi gadis yang dicintainya itu.
Tapi Melati sama sekali tidak menyahut. Melati marah pada Dewa Arak, karena pemuda itu melakukan perjalanan bersama wanita lain! Inilah resiko yang harus dihadapi Dewa Arak. Tokoh-tokoh aliran putih masih saja memburu putri datuk itu, walaupun ayah dari sang putri sendiri telah berhasil mereka bunuh. Mereka menganggap kalau sang putri juga sama jahatnya dengan ayahnya! Dewa Arak yang merasa yakin kalau putri datuk itu tidak bersalah, turun tangan menyelamatkannya. Walaupun untuk itu dia harus bentrok dengan tokoh-tokoh persilatan aliran putih, dan juga harus berselisih dengan Melati, wanita yang sangat dicintainya.

link download (pdf)

Minggu, 18 November 2012

Pendekar Slebor - Dendam dan Asmara


Author : Pijar El
Judul : Pendekar Slebor dalam - 002.DENDAM DAN ASMARA
Cetakan pertama
Penerbit Cintamedia, Jakarta
Cover oleh Henky
Editor: Puji S.
Ebook by syauqy_arr, Edit Teks (paulustjing)
Sinopsis:
"Kau tak gembira kalau aku masih hidup, Andika?" desah Ningrum, dibebani rasa penyesalan. "Aku menyesal telah mengaku meninggal, Andika. Tapi itu terpaksa kulakukan, agar kau mendendam pada Begal Ireng yang telah berusaha membunuhku...."

"Kau tidak perlu membohongiku, Ningrum," penggal Andika. "Aku memang sudah memiliki dendam pada Begal Ireng waktu itu."

Andika, si Pendekar Slebor merasa kecewa dibohongi Ningrum, gadis yang dicintainya. Apalagi di saat itu telah muncul gadis lain, Purwasih, yang juga sangat mencintai Pendekar Slebor Bagaimanakah akhir kisah Dendam dan Asmara yang bergelimang darah ini?

link download (pdf)

Pendekar Rajawali Sakti - Api di Karang Setra


Author : Teguh S
Judul : Serial Pendekar Rajawali Sakti, 014. Api di Karang Setra
Penerbit : Cintamedia
Tebal Buku : 128 halaman
Ebook by syauqy_arr
Sinopsis:
"Traaang...!" Retna Nawangsih menangkis gempuran tombak Pendeta Gurusinga. Lalu dia menggebrak kudanya menjauh dari Pendeta Sakti itu!

"Retna, kau bantu yang lain !" perintah Rangg.
"Baik Kakang!" sahutnya menyadari tidak akan mampu menghadapi Pendeta Gurusinga.

Sementara itu Rangga sendiri sibuk melayani Wira Permadi, orang yang berkuasa di Karang Setra saat itu!

Apakah yang dilakukan Rangga di tanah kelahirannya ini? Mengapa dia berkelahi dengan Adipati Karang Setra? Apakah karena perebutan ahli waris? Lalu benarkah ramalan Dewi Purmita bahwa di kadipaten Karang Setra akan bekobar api yang sangat panas...?!

link download (pdf)

Sabtu, 17 November 2012