Cerita lucu kali ini berasal dari berbagai sumber mengenai anak dan Ibu Guru. Ada anak yang pintar, ada guru yang pintar ada guru yang pintar dan ada banyak macam kisah pada cerita lucu anak sekolahan murid dan guru ini. Ada juga cerita koplak cerita murit yang kegenitan juga ada. Silakan dibaca cerita lucu berikut ini.Daftar Isi Cerita Lucu
- Absen Murid
- Cegah Perang
- Burung Angry Bird
- Jari Kelingking
- Tolong Fitri
- Bayi Pintar
- Bocah Ingin Sekolah
- Soal Cerita Matematika
- PR Matematika
- Menjawab Pertanyaan
- Murid Dan Guru
- Jatuh dari Sepeda
- Melihat Kuda
- Absen Nama
- Kenalan
- Kambing Makan Rumput
- Pintar Berhitung
- Murid Gombal
- Bahasa Indonesia Mengarang
- Kirim Surat
- Kerjakan PR
- Wilayah Indonesia
- Buku Tugas
- Murid Bingung
Absen Murid
Bu Guru: "Rindu!"Rindu: "Hadir Bu"
Bu Guru: "Benci"
Benci: "Saya bu"
Bu Guru: "kasih"
Rindu: "Izin Bu!"
Bu Guru: "Sayang"
Benci: "Sakit Bu!"
Bu Guru: "cinta".. "Cinta...?? Cinta kemana?"
Rindu & Benci: *menjawab* "Cinta pulang Bu!?"
Bu Guru: "Kenapa pulang ?"
Rindu & Benci: *Serempak menjawab* "Karena Cinta tak pernah hadir tanpa Kasih & Sayang"
Bu Guru: "hemmmmm bener juga yah ?"
Bu Guru: Anakanak, Kenapa kita harus mencegah terjadinya perang?!
Murid : Biar tidak makin banyak namanama pahlawan yang harus kita hafal Bu.
Bu Guru: %&$*&??... #$**())
Penjual Burung : “Dek.. dari tadi liatliat, emang lagi nyari burung apa?”
Anak Kecil : “Em, Angry Bird ada gak om?”
Penjual Burung : _)(*&^%%$$
Cecil: Lho napa bang?
Murid : Biar tidak makin banyak namanama pahlawan yang harus kita hafal Bu.
Bu Guru: %&$*&??... #$**())
Burung Angry Bird
Suatu hari seorang anak kecil masuk ke sebuah toko burung. Setengah jam anak itu ngeliatin berbagai burung yang ada.Penjual Burung : “Dek.. dari tadi liatliat, emang lagi nyari burung apa?”
Anak Kecil : “Em, Angry Bird ada gak om?”
Penjual Burung : _)(*&^%%$$
Jari Kelingking
Boy: Di antara semua bagian tubuhmu ak paling suka jari kelingking muCecil: Lho napa bang?
Suatu hari Maria (4 tahun) tibatiba mendatangi mamanya yang sedang ada di dapur.
Maria : "Mama..mama.. Tolong Fitri mama.."
Mama (kebingungan siapa tu Fitri?) : "Kenapa sayang? Fitri nya kenapa?"
Maria : "itu mama, Maria liat di tivi, Fitri imut digodain 3 preman jelek.."
Mama : *Gubrak*
Baby sitter: "Dek.....Bobo yuuuk"
Si anak menjawab : "Dasar kau keong racun, baru kenal udah ngajak tidur..."
Guru : "Seandainya pesawat Boeing 747 Lion Air dipiloti oleh penyabu, dan mengangkut 560 orang anggota DPR RI, meledak di ketinggian 10.000 feet dan jatuh di pegunungan berbatu tajam dengan kemiringan 45 derajat, berapa kemungkinan yang selamat ?"
MuridMurid (Serentak) : yang selamat 250 Juta rakyat indonesia, Bu...".
Guru: "Memang Anak Yang Cerdas....."
Johan: Kek, bisa tolong aku menemukan X dan Y ini?
Kakek: Lho, gurumu menyuruhmu menemukannya?
Johan: Iya, memangnya kenapa, Yah?
Kakek: Kakek heran, sejak kakek duduk di bangku SD sampai sekarang, X dan Y masih belum ditemukan!!!
Ibu: "Johan, sekarang baru pukul 08.00, kok kamu sudah pulang, ada apa?" tanya sang ibu.
Johan: "Hari ini aku bisa menjawab pertanyaan bu guru dengan benar," jawab Johan.
Ibu: "Kamu hebat, apa pertanyaannya?"
Johan: Bu guru bertanya, "Siapa yang melempar marker ke ibu?'"
MAEL : “Saya Bu!” (Jawab Mael Lantang)
BU GURU : “Iya, silahkan ...? Apa yang ingin di tanyakan Mael?”
MAEL : “Maukah Ibu jadi pacarku?”
BU GURU : “hah?? ... Kalo mau cari pacar cari yang seumuran dong Mael...?”
MAEL : “Trus orang ganteng kayak saya ini pantesnya jadi pacar siapa dong Bu?”
BU GURU : “Kmu ini bandel sekali! Sekolah itu yang bener. Belajar dengan serius. Punya citacita ga sih kamu?”
MAEL : “Punya dong Bu..”
BU GURU : “Nah.. begitu dong punya citacita, coba sebutkan Apa citacitamu?”
MAEL : “Dulu citacita saya ingin jadi pilot, tapi semenjak masuk sekolah dan ketemu Ibu, citacita saya berubah ingin membahagiakan Ibu..
BU GURU : “MAEL..!!! Kamu kalo masih suka godain Ibu, Ibu akan panggil kepala sekolah!” (dengan nada marah)
MAEL : “Dih jangan dong Bu, panggil Mas aja biar lebih mesra..
BU GURU : @##$$%^^#@!!!???
Ibu: Bagus. Kamu memang anak Ibu yang baik. Lalu siapa yang jatuh dari sepeda itu?
Karto: Saya sendiri bu
Murid : " Saya,...!!!" (semua murid serentak menjawab)
Guru : " Sekarang ibu mau tanya,..Kuda kakinya ada berapa coba,...???"
Murid : " Emmmmpppaaattttt,....!!!" (semua murid menjawab dengan lantang)
Guru : " Sekarang coba kita hitung bersama sama,...."(sambil mengeluarkan gambar kuda dan memajangnya di papan tulis)
Guru : " Semuanya lihat kegambar ya,...kaki depan kuda ada berapa coba,..??"
Murid : " Duuaaaa,..."
Guru : " Kaki Belakang,..???"
Murid : " Duuuuaaaaa,...."
Guru : " Kaki kanannya ada berapa,..??"
Murid : " Duuuaaa,..."
Guru : " Kaki kirinya berapa,..???"
Murid : " Duuuuaaa,...."
Guru : " Sekarang jumlah kakinya ada berapa,...?"
Murid : " Delapan,.."
Guru : " Delapan apa empat,..???"
Murid : "?????!!!!!?????"
Maria : "Mama..mama.. Tolong Fitri mama.."
Mama (kebingungan siapa tu Fitri?) : "Kenapa sayang? Fitri nya kenapa?"
Maria : "itu mama, Maria liat di tivi, Fitri imut digodain 3 preman jelek.."
Mama : *Gubrak*
Bayi Pintar
Seorang baby sitter baru sedang merayu anak balita majikan nya agar mau tidur siangBaby sitter: "Dek.....Bobo yuuuk"
Si anak menjawab : "Dasar kau keong racun, baru kenal udah ngajak tidur..."
Bocah Ingin Sekolah
Seorang bocah sangat ingin melanjutkan sekolah,tetapi orang tuanya tidak mempunyai uang untuk membiayai sekolahnya. Lagipula ibunya yang sedang sakit membutuhkan biaya untuk membeli obat. Akhirnya dia memutuskan untuk menulis surat kepada Tuhan :Kepada
Yth
Tuhan di Surga
Tuhan yang baik, saya mau melanjutkan sekolah, tapi orang tua saya tidak punya uang. Ibu saya juga sedang sakit, mau beli obat.
Tuhan saya butuh uang Rp 20.000 utk beli obat ibu, Rp 20.000 untuk membayar uang sekolah,Rp 10.000 untuk membayar uang seragam,dan uang buku Rp 10.000.
Jadi semuanya Rp 60.000
Terima kasih Tuhan, saya tunggu kiriman uangnya.
Dari : Rio
Rio pun pergi ke kantor pos untuk mengirim suratnya.
Membaca tujuan surat tersebut, petugas kantor pos merasa iba melihat Rio, sehingga tidak tega mengembalikan suratnya.
Bingung mau di kemanain surat itu, akhirnya petugas pos itu menyerahkannya ke kantor polisi terdekat.
Membaca isi surat itu, Komandan polisi merasa iba dan tergerak hatinya utk menceritakan hal tsb kepada anak buahnya. Walhasil, para polisi pun mengumpulkan dana utk di berikan ke Rio, tetapi dana yang terkumpul hanya Rp 55.000,
Sang Komandan pun memasukan uang yang terkumpul ke dalam amplop, menuliskan keterangan : " Dari Tuhan di Surga " dan menyerahkan ke anak buahnya utk dikembalikan ke Rio.
Menerima uang tsb, Rio merasa sangat senang permintaannya terkabul, walaupun yang di terima hanya Rp 55.000,.
Rio pun bergegas mengambil kertas dan pensil, dan mulai menulis surat lagi :
TERIMA KASIH TUHAN, TAPI LAIN KALI KALO MAU KIRIM UANG, JANGAN LEWAT POLISI, KARENA KALO LEWAT POLISI DI POTONG RP 5.000,
Soal Cerita Matematika
Pada suatu pelajaran Matematika.Guru : "Seandainya pesawat Boeing 747 Lion Air dipiloti oleh penyabu, dan mengangkut 560 orang anggota DPR RI, meledak di ketinggian 10.000 feet dan jatuh di pegunungan berbatu tajam dengan kemiringan 45 derajat, berapa kemungkinan yang selamat ?"
MuridMurid (Serentak) : yang selamat 250 Juta rakyat indonesia, Bu...".
Guru: "Memang Anak Yang Cerdas....."
PR Matematika
Johan diberi PR oleh guru matematikanya. Kebetulan Kakek Andi sedang mengerjakan sesuatu di kamar Andi.Johan: Kek, bisa tolong aku menemukan X dan Y ini?
Kakek: Lho, gurumu menyuruhmu menemukannya?
Johan: Iya, memangnya kenapa, Yah?
Kakek: Kakek heran, sejak kakek duduk di bangku SD sampai sekarang, X dan Y masih belum ditemukan!!!
Menjawab Pertanyaan
Ibu Johan heran melihat anaknya pulang, padahal masih pukul 08.00.Ibu: "Johan, sekarang baru pukul 08.00, kok kamu sudah pulang, ada apa?" tanya sang ibu.
Johan: "Hari ini aku bisa menjawab pertanyaan bu guru dengan benar," jawab Johan.
Ibu: "Kamu hebat, apa pertanyaannya?"
Johan: Bu guru bertanya, "Siapa yang melempar marker ke ibu?'"
Murid dan Guru
BU GURU : “Baik, sebelum pulang ada yang mau bertanya?”MAEL : “Saya Bu!” (Jawab Mael Lantang)
BU GURU : “Iya, silahkan ...? Apa yang ingin di tanyakan Mael?”
MAEL : “Maukah Ibu jadi pacarku?”
BU GURU : “hah?? ... Kalo mau cari pacar cari yang seumuran dong Mael...?”
MAEL : “Trus orang ganteng kayak saya ini pantesnya jadi pacar siapa dong Bu?”
BU GURU : “Kmu ini bandel sekali! Sekolah itu yang bener. Belajar dengan serius. Punya citacita ga sih kamu?”
MAEL : “Punya dong Bu..”
BU GURU : “Nah.. begitu dong punya citacita, coba sebutkan Apa citacitamu?”
MAEL : “Dulu citacita saya ingin jadi pilot, tapi semenjak masuk sekolah dan ketemu Ibu, citacita saya berubah ingin membahagiakan Ibu..
BU GURU : “MAEL..!!! Kamu kalo masih suka godain Ibu, Ibu akan panggil kepala sekolah!” (dengan nada marah)
MAEL : “Dih jangan dong Bu, panggil Mas aja biar lebih mesra..
BU GURU : @##$$%^^#@!!!???
Jatuh Dari Sepeda
Karto: Hari ini ada seorang anak yang jatuh di jalan saat bersepeda. Semua temannya menertawakannya, hanya saya sendiri yang tidak ikut tertawa.Ibu: Bagus. Kamu memang anak Ibu yang baik. Lalu siapa yang jatuh dari sepeda itu?
Karto: Saya sendiri bu
Melihat Kuda
Guru : " Anak anak, siapa yang pernah melihat kuda,...????"Murid : " Saya,...!!!" (semua murid serentak menjawab)
Guru : " Sekarang ibu mau tanya,..Kuda kakinya ada berapa coba,...???"
Murid : " Emmmmpppaaattttt,....!!!" (semua murid menjawab dengan lantang)
Guru : " Sekarang coba kita hitung bersama sama,...."(sambil mengeluarkan gambar kuda dan memajangnya di papan tulis)
Guru : " Semuanya lihat kegambar ya,...kaki depan kuda ada berapa coba,..??"
Murid : " Duuaaaa,..."
Guru : " Kaki Belakang,..???"
Murid : " Duuuuaaaaa,...."
Guru : " Kaki kanannya ada berapa,..??"
Murid : " Duuuaaa,..."
Guru : " Kaki kirinya berapa,..???"
Murid : " Duuuuaaa,...."
Guru : " Sekarang jumlah kakinya ada berapa,...?"
Murid : " Delapan,.."
Guru : " Delapan apa empat,..???"
Murid : "?????!!!!!?????"
Absen Nama
Bu Guru: Bo Leonardo de Alessandro !Bo: hadir bu!
Bu Guru: Tirah M Sutirah!
Tirah: hadir bu !
Bu Guru: Tirah.. sini kamu..
Tirah: iya bu, ada apa bu?
Bu Guru: Ibu kurang sreg dgn nama kamu. Kalo udah Tirah kenapa belakangnya pakai Sutirah lagi? kan masih banyak kosakata buat nama lain lagi.
Tirah: Orang tua saya maunya begitu bu..
Bu Guru: ohh.. yasudah.. kalo "M" nya itu apa?
Tirah: Mutirah bu..
Bu Guru: *nangis2 geprok meja* ..^%$#@&*
Kenalan
Bu Guru: "Andi..! coba kamu jawab, siapa itu Thomas Alfa Edison..?"Andi: "Tidak tau Bu Guru…".
Bu Guru: "Kalo James Watt, siapa dia..?"
Andi: "Ndak tau juga Bu Guru.."
Bu Guru: "Andi! Bagaimana sih kamu ini? ditanya ini itu pasti jawab tidak tau. Tidak pernah belajar ya?"
Andi: "Belajar kok Bu Guru. Lah coba Andi tanya, Bu Guru tau ndak siapa Arifin Widodo..?"
Bu Guru: "Tidak tau"
Andi: "Kalo Bambang Setiono Ibu tau?"
Bu Guru: "Tidak tau. Emang siapa mereka itu..?"
Andi: "Yaa itulah Bu, kita kan pasti punya kenalan sendirisendiri.."
Bu Guru: #NaboksiAndi
Kambing Makan Rumput
Bu Guru: "Karjo, kok kertas gambarnya masih kosong, kok ga di gambari?"Karjo: "Lah ini sih bu, karjo sudah bikin gambar"
Bu Guru: "emang kamu bikin gambar apa?"
Karjo: "gambar kambing lagi makan rumput, bu"
Bu Guru: "trus mana rumputnya"...
Karjo: "Bu Guru gimana sih, ya udah habis lah di makanin kambing"
Bu Guru: "lalu kambingnya mana?"
Karjo: "kambingnya kabur, ibu sih berisik"
Pintar Berhitung
Bu Guru: "Siapa yang bisa berhitung?"Udin: *mengangkat tangan*
Bu Guru: "Benar kamu bisa berhitung?"
Udin: "Bisa Bu. Ayah yang mengajari."
Bu Guru: "Baik, coba kita lihat. Setelah tiga, berapa?"
Udin: "Empat."
Bu Guru: "Bagus. Setelah enam?"
Udin: "Tujuh."
Bu Guru: "Setelah sembilan?"
Udin: "Sepuluh," jawab si Noel.
Bu Guru: "Bagus sekali. Rupanya ayahmu benarbenar tau bagaimana mengajar berhitung.
Bu Guru: "Lalu setelah sepuluh?" *tanya lagi*
Udin: *dengan senyum penuh keyakinan* "Jack, Queen, King & AS! bu.."
Bu Guru: ... !@#$%^&*+
Murid Gombal
Bu Guru: Hario, kira2 sekarang jam berapa ?Hario: jam 9 penuh bu !
Bu Guru: ouhhh cup cup (cium jidat)
Bu Guru: Tian kira2 6x6 = berapa ?
Sebastian: GAK TAU BU !
Bu Guru: kok gk tau?
Sebastian: GAK TAU kenapa tidak ada cewek yg mengalahkan kecantikan ibu
Bu Guru: cia cia cia (cium dengkul)
Bu Guru: Han harga telor per kilo 12rb, dan beras seliter 7rb, murahan yg mana?
Farhan: Murahan ibu lah :B
Bu Guru: o_0 ciATTTTT Ceburin ke jamban
Bahasa Indonesia Mengarang
Bu Guru: Andre PR kamu kumpulin ke depan!Andre: ni bu ! *nyodorin amplop*
Bu Guru: apa ini? Kamu mau nyuap ibu ya? garagara gak Buat PR ??
Andre: nggak bu !
Bu Guru: ibu tuh minta tugas mengarang minggu kemaren! Mana?
Andre: saya masukin amplop itu
Bu Guru: kenapa dimasukin ke amplop ?
Andre: karna saya mengarang surat cinta buat ibu! *kedip2*
Bu Guru: ___ *matahin kapur*
Kirim Surat
Guru: Kenapa kemarin kamu tidak masuk sekolah Mat?Amat: "Sakit Bu"
Guru: "Kenapa kamu tidak mengirim surat ?"...
Amat: "Percuma bu' guru"
Guru : "Kenapa kamu bilang seperti itu?"
Amat: "karena setiap saya mengirim surat, saya tak pernah mendapatkan surat balasannya *si Amat menjawab dengan lugunya*
Kerjakan PR
Simon: "Pak Guru, apakah orang boleh dihukum untuk sesuatu belum diperbuatkannya?"Guru: "Oh, tentu gak boleh, Orang gak boleh dihukum untuk perbuatan yang belum dilakukan!"
Simon: "Syukurlah, saya belum mengerjakan PR! pak"
Guru: plonga plongo makan buku *******
Wilayah Indonesia
Bu Guru: Sule, sebutkan 1 daerah di Indonesia.Sutisns: Palu Bu!
Bu Guru: Betul! Le, dimana letak Palu?
Sutisna: Gak tahu Bu, Palunya disimpan Bapak saya!
Bu Guru: __" #kejang_kejang
Buku Tugas
Bu Guru: Anakanak silahkan di keluarkan buku tugasnya yang kemarin!Kobri: Maaf Bu Guru, tadi malam saya gak bisa mengerjakan PR!
Bu Guru: Lho kok gak bisa, Emangnya kenapa Bri?
Kobri: Abis tadi malam saya terbayangbayang wajah ibu yang cantik. xixiixi
Bu Guru: Brisik Akh!!!
Murid Bingung
Bu Guru: Anakanak, apa ada yang masih bingung??Jono: Saya buuuu..!
Bu Guru: Mana yang masih bingung ??
Jono: Malu ah, Bu..
Bu Guru: Kok malu?
Jono: Saya bingung....
Bu Guru: Ayoo, ga usah malumalu..
Jono: Emmmm, saya masih bingung bagaimana caranya bilang "I LOVE YOU" pada Bu Guru.
Bu Guru: Ya Tuhaann.. Kenapa anakanak di kelas ini pada stres semuaaa...??? *Nangis dibawah tiang bendera*


















