Tampilkan postingan dengan label islami. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label islami. Tampilkan semua postingan

Jumat, 22 Januari 2016

Kumpulan Doa Harian Untuk Anak

Dalam islam kita dituntut untuk berdoa sebelum melakukan sesuatu. Semua pekerjaan ada Doanya. Jika anda lupa atau tidak tau doanya, aka cukup dengan membaca basmalah. Tujuan dari semua itu agar kita tetap dalam lindungan Allah dan pekerjaan yang kita lakukan senantiasa mendapatkan barakah.. Amiin.


Banyak kegiatan yang kita lakukan sehari hari. Nah disini saya akan menuliskan untuk anda doa-doa sejak mulai bagi tidur, sampai tidur lagi. Berikut doa selengkapnya.

Daftar Isi Doa Harian

  1. Doa Ketika Bangun Tidur
  2. Doa ketika masuk kamar mandi
  3. Doa keluar wc
  4. Doa berpakaian
  5. Doa bercermin
  6. Doa menyisir rambut
  7. Doa masuk masjid
  8. Doa untuk Ayah Ibu
  9. Doa Kebaikan Dunia Akhirat
  10. Doa keluar masjid
  11. Doa melepas pakaian
  12. Doa mau tidur
  13. Doa sebelum makan
  14. Doa ketika lupa berdoa ketika makan
  15. Doa sesudah makan
  16. Doa keluar rumah
  17. Doa masuk rumah
  18. Doa ketika bersin
-------------------------------------------------------------------------
Ketika kita terbangun dari tidur, maka sebaiknya kita baca doa bangun tidur

Kumpulan Doa Sehari Hari

Do'a Ketika Bangun Tidur


اَلْحَمْدُ ِللهِ الَّذِى اَحْيَانَا بَعْدَ مَا اَمَاتَنَا وَ اِلَيْهِ النُّشُوْرُ

ALHAMDULILLAHIL LADZII AHYAANAA BA'DA MAA AMAATANAA WA ILAIHIN NUSHUUR

" Segala puji bagi Allah yang telah menghidupkan kami setelah kami dimatikan dan kepadaNya kami akan kembali "

Setelah bangun tidur mungkin anda hendak masuk ke WC, maka baca doanya berikut ini

Do'a Ketika Masuk Kamar Mandi (WC)

اَللّهُمَّ اِنىِّ اَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْخُبُثِ وَ الْخَبَائِثِ

ALLAHUMMA INNII A'UUDZU BIKA MINAL KHUBUTSI WAL KHOBAAITSI

" Ya Allah sesungguhnya aku berlindung kepadaMu dari setan jantan dan setan betina

Setelah anda masuk wc, tentu keluar dong, maka baca doa keluar wc berikut ini.

"Do'a Ketika Keluar Kamar Mandi (WC)

اَلْحَمْدُ ِللهِ الَّذِى اَذْهَبَ عَنِّى اْلاَذى وَعَافَنِى

ALHAMDULILLAHIL LADZII ADZHABA ANNIL ADZA WA 'AAFANII

" Segala puji bagi Allah yang telah menghilangkan penyakit dan telah membuatku sehat "

Selesai dari WC mungkin anda ingin ke masjid, sebelum itu anda mengenakkan pakaian. Berikut doa menggunakan pakaian.

Do'a Ketika Mengenakan Pakaian


اَللّهُمَّ اِنىِّ اَسْـأَلُكَ مِنْ خَيْرِهِ وَخَيْرِمَا هُوَ لَهُ وَ اَعُوْذُبِكَ مِنْ شَرِّهِ وَشَرِّمَا هُوَ لَهُ

ALLAHUMMA INNII AS'ALUKA MIN KHAIRIHI WA KHAIRIMAA HUWA LAHU, WA A'UUDZU BIKA MIN SYARRIHII WA SYARRI MAA HUWA LAHU

" Ya Allah, sesungguhnya aku mohon kepadaMu dari kebaikan pakaian ini dan kebaikan sesuatu yang ada padanya. Dan aku berlindung kepadaMu dari keburukan pakaian ini dan keburukan sesuatu yang ada padanya "
 
Setelah berpakaian, tentu menyisir rambut dan bercermin. Berikut doanya.


Do'a Ketika Bercermin



اَلْحَمْدُ ِللهِ، اَللّهُمَّ كَمَا حَسَنْتَ خَلْقِى فَحَسِّنْ خُلُقِى
ALHAMDULILLAH, ALLAHUMMA KAMAA HASANTA KHALQII FAHASSIN KHULUQII

" Segala Puji Bagi Allah, Ya Allah, sesungguhnya Engkau telah memperindah tubuhku maka perindahkanlah pula akhlaqku "

Do'a Ketika Menyisir Rambut


اَللّهُمَّ حَرِّمْ شَعْرِى وَبَشَرِى عَلىَ النَّارِ
ALLAHUMMA HARRIM SYA'RII WA BASYARII 'ALAN NAAR

" Ya Allah, halangilah rambut dan kulitku dari api neraka "
Setelah anda tampak bersih dan rapi, maka anda langsung menuju ke masjid maka sampai dimasjid sebelum masiuk ke masjid sebaiknya membaca doa masuk masjid.

Do'a Ketika Masuk Masjid


اَللّهُمَّ افْتَحْ لِى اَبْوَابَ رَحْمَتِكَ

ALLAHUMMAF TAHLII IBWAABA ROHMATIKA

" Ya Allah bukakanlah untukku pintu-pintu rahmatMu "

Di Masjid mungkin anda mengerjakan sholat Maktubah dan disana anda juga bisa berdoa untuk kebaikan kedua orang tua. Berikut doanya:

Doa untuk kedua orang tua


رَبِّ اغْفِرْ لِيْ وَلِوَالِدَيَّ

سورة نوح : ٢٨
ROBBIGHFIRLII WALIWAALIDAYYA
Ya Alloh ampunilah dosaku dan dosa kedua orang tuaku
(QS.Nuh 28)
رَبِّ ارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِيْ صَغِـيْراً

سورة الإسراء٢٤
ROBBIR_HAMHUMAA KAMAA ROBBAYAANII SHOGHIIROO
serta kasihilah mereka berdua seperti mereka mengasihiku sewaktu kecil
(QS.Alisroq 24)

Doa kebaikan dunia -akhirat


رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً
وَفِي اْلآخِرَةِ حَسَنَةً,
,
ROBBANAA AATINAA FIDDUN-YAA _HASANAH
"Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia
WAFIL-AAKHIROTI _HASANAH
"Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di akhirat
وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
WAQINAA ‘ADZAABANNAAR
dan peliharalah kami dari siksa neraka".


Do'a Ketika Keluar Masjid


اَللّهُمَّ اِنىِّ اَسْأَلُكَ مِنْ فَضْلِكَ
ALLAHUMMA INNII AS ALUKA MIN FADLLIKA

" Ya Allah sesungguhnya aku mohon anugerahMu "



Do'a Ketika Melepas Pakaian


بِسْمِ اللهِ الَّذِى َلااِلهَ اِلاَّ هُوَ

BISMILLAHIL LADZII LAA ILAAHA ILLA HUWA

"Dengan nama Allah yang tiada Tuhan selain Dia "

Do'a Ketika Akan Tidur


بِاسْمِكَ اللّهُمَّ اَحْيَا وَبِاسْمِكَ اَمُوْتُ

BISMIKALLAHUMMA AHYA WA BISMIKA AMUUT

" Ya Allah dengan menyebut namaMu aku hidup dan dengan menyebut namaMu aku mati "



Do'a Sebelum Makan


اَللّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِيْمَا رَزَقْـتَنَا وَ قِنَا عَذَابَ النَّارِ
ALLAHUMMA BAARIK LANAA FIIMAA RAZAQTANAA WA QINAA 'ADZAABAN NAAR

" Ya Allah berkahilah kami dalam rizki yang telah Engkau berikan kepada kami, dan periharalah kami dari siksa api neraka "

Bacaan Lupa Baca Do'a Makan


بِسْمِ اللهِ اَوَّلُهُ وَ اخِرُهُ
BISMILLAHI AWWALUHU WA AAKHIRUHU

" Dengan Menyebut nama Allah dari permulaan hingga penghabisannya "

Do'a Sesudah Makan


اَلْحَمْدُ ِللهِ الَّذِى اَطْعَمَنَا وَسَقَانَا وَجَعَلَنَا مُسْلِمِيْنَ
ALHAMDULILLAHIL LADZII ATH'AMANAA WA SAQAANA WA JA'ALANA MUSLIMIIN

" Segala puji bagi Allah yang telah memberi kami makan dan minum serta menjadikan kami seorang muslim "

Do'a Akan Keluar Rumah


بِسْمِ اللهِ تَوَكَّلْتُ عَلَى اللهِ وَلاَحَوْلَ وَلاَقُوَّةَ اِلاَّبِاللهِ
BISMILLAHI TAWAKKALTU 'ALALLAH, LAA HAULA WA LAA QUWWATA ILLAA BILLAH

" Dengan menyebut nama Allah, aku berserah diri kepada Allah. Dan tidak ada daya dan kekuatan melainkan dengan pertolongan Allah semata "

Do'a Akan Masuk Rumah


بِسْمِ اللهِ وَلَجْناَ وَ بِسْمِ اللهِ خَرَجْناَ وَعَلَى رَبِّنـَا تَوَكَّلْناَ
BISMILLAHI WALAJNA WA BISMILLAHI KHARAJNA WA 'ALAA RABBINA TAWAKKALNA

" Dengan menyebut nama Allah aku masuk rumah, dengan nama Allah pula aku keluar dan kepada Allah pula aku berserah diri "

Do'a Ketika Bersin


Orang Yang Bersin
اَلْحَمْدُ ِللهِ
ALHAMDULILLAH
" Segala puji bagi Allah "


Orang Yang Mendengar
يَرْحَمُكَ الله ُ
YARHAMUKALLAH
" Semoga Allah Merahmatimu "


Orang Yang Bersin Menjawab
يَهْدِيْكُمُ الله ُ
YAHDIIKUMULLAH
" Semoga Allah memberi petunjuk kepadamu "
Baca Juga :Doa mencari jodoh untuk laki laki dan wanita

Kamis, 21 Januari 2016

Adab Ketika Hendak Bersetubuh Dalam Islam

Bersetubuh adalah kegiatan intim yang dilakukan lazimnya oleh sepasang suami istri. Dalam Islam ada adabnya ada tata caranya sehingga dengan mentaati adab ini akan diwariskan Insyaallah dengan keturunan yang baik, muduh diatur, sholehah dan anak yang bermanfaat.

Banyak kegiatan didunia ini yang memiliki aturan atau peradaban. dengan melakukan kegiatan yang sesuai dengan aturan islam dan sesuai dengan sunnah nabi, maka kita akan memperoleh pahala dari kegiatan kita itu. contoh sederhana dapat kita temui misal saat kita memotong kuku, bahkan saat makan

Bandingkan saat memotong kuku biasa dengan memotong kuku sesuai dengan sunnah nabi. dengan memotong kuku sesuai dengan sunnah nabi ada nilai lebih disana yaitu kita akan memperoleh pahala yang tidak akan kita peroleh jika kita memotong kuku dengan cara biasa.

Pada pembahasan kali ini kita akan membahas tentang adab bersetubuh yang dibenarkan oleh syariat islam. Ingat adab-adab ini hanya boleh dilakukan oleh orang yang bersuami dan beristri tentu bersama dengan pasangannya.

MERAYU dan BERCUMBU:
Nabi Muhammad s.a.w. melarang suami melakukan persetubuhan sebelum membangkitkan syahwat isteri dengan rayuan dan bercumbu terlebih dahulu.
Hadits Riwayat al-Khatib dari Jabir.

TELANJANG BULAT:Apabila diantara kamu mencampuri isterinya, hendaklah ia menutupi dirinya dan menutupi isterinya dan janganlah keduanya (suami isteri) bertelanjang bulat seperti keledai.
Hadits Riwayat Tabrani.

MENYETUBUHI DUBUR:
Terkutuklah orang yang menyetubuhi isteri diduburnya.
Hadits Riwayat Abu Dawud dan an-Nasa'i dari Abu Hurairah.

DOA SEBELUM BERSETUBUH:
"Bismillah. Allaahumma jannibnaash syaithaa-na wa jannibish syaithaa-na maa razaqtanaa".
Dengan nama Allah. Ya Allah, jauhkanlah kami berdua (suami isteri) dari gangguan syaithan serta jauhkan pula syaithan itu dari apa saja yang Engkau rezqikan kepada kami.

Dari Abdulah Ibnu Abbas r.a. berkata:
Maka sesungguhnya apabila ditakdirkan dari suami isteri itu mendapat seorang anak dalam persetubuhan itu, tidak akan dirosak oleh syaithan selama-lamanya.
Hadits Sahih Riwayat Bukhari dan Muslim dari Ibnu Abbas r.a.

HAMPIR KELUAR MANI:
Dan apabila air manimu hampir keluar, katakan dalam hatimu dan jangan menggerakkan kedua bibirmu kalimat ini:
"Alhamdulillaahil ladzii khalaqa minal maa'i basyara".
Segala pujian hanya untuk Allah yang menciptakan manusia dari pada air.

PUTUS DITENGAH JALAN:
Apabila seseorang diantara kamu bersetubuh dengan isterinya maka janganlah ia menghentikan persetubuhannya itu sehingga isterimu juga telah selesai melampiaskan hajatnya (syahwat atau mencapai kepuasan) sebagaimana kamu juga menghendaki lepasnya hajatmu (syahwat atau mencapai kepuasan). -- Hadits Riwayat Ibnu Addi.

MENDATANGI ISTERI MELALUI BELAKANG (ISTERI MENONGGENG):
Dari Jabir b. Abdulah berkata:
Bahawa orang-orang Yahudi (beranggapan) berkata:
Apabila seseorang menyetubuhi isterinya pada kemaluannya Melalui Belakang maka mata anaknya (yang lahir) akan menjadi juling. Lalu turunlah ayat suci demikian:

"Isteri-isteri kamu adalah ladang bagimu maka datangilah ladangmu itu dari arah mana saja yang kamu sukai". Surah Al Baqarah - ayat 223.

Keterangan:
Suami diperbolehkan menyetubuhi isteri dengan apa cara sekalipun (dari belakang, dari kanan, dari kiri dsb asalkan dilubang faraj).

BERSETUBUH MENDAPAT PAHALA:Rasulullah s.a.w. bersabda:
".....dan apabila engkau menyetubuhi isterimu, engkau mendapat pahala".
Para sahabat bertanya:
Wahai Rasulullah, adakah seseorang dari kami mendapat pahala dalam melampiaskan syahwat?
Nabi menjawab:
Bukankah kalau ia meletakkan (syahwatnya) ditempat yang haram tidakkah ia berdosa?
Demikian pula kalau ia meletakkan (syahwatnya) pada jalan yang halal maka ia mendapat pahala. - Hadits Riwayat Muslim.

MENGULANGI PERSETUBUHAN:
Apabila diantara kamu telah mecampuri isterinya kemudian ia akan mengulangi persetubuhannya itu maka hendaklah ia mencuci zakarnya terlebih dahulu.
- Hadits Riwayat Baihaqi.

HAID:
Mereka menanyakan kepada engkau tentang perkara Haid.
Katakanlah: "Haid itu adalah kotoran".
Oleh kerana itu jauhilah diri kamu dengan wanita-wanita yang sedang Haid dan janganlah kamu mendekati (menyetubuhi) mereka, sebelum mereka bersuci*.
Apabila mereka telah bersuci maka bolehlah kamu menyetubuhi mereka ditempat yang diperintahkan Allah kepada kamu.
Sesungguhnya Allah itu menyukai orang-orang yang bertaubat dan Allah menyukai orang-orang yang mensucikan dirinya. - Surah Al Baqarah - ayat 222.

*Jangan mendekati bermaksud dilarang bersetubuh dengan isteri yang sedang kedatangan bulan dan bukanlah dilarang mempergaulinya sehari-hari.

ASALKAN TIDAK BERSETUBUH:Dari Masruuq b.Ajda'i berkata:
Aku telah bertanya kepada 'Aisyah tentang sesuatu yang boleh dilakukan seorang suami terhadap isterinya yang sedang Haid.
'Aisyah menjawab:
Apa saja boleh, kecuali kemaluannya (bersetubuh).

- Hadits Riwayat Bukhari dalam buku sejarahnya.

Demikian semoga bermanfaat sampai jumpa di artikel tentang peradaban lainnya.

Doa Doa Mencari Jodoh Untuk Pria Dan Wanita

Doa Doa Mencari Jodoh Untuk Pria Dan Wanita
Jodoh menjadi masalah yang krusial disaat umur semakin tua dan rezeki juga belum mencukup untuk biaya menikah. Ditambah lagi pasangannya juga memang belum ada. Untuk itu kita perlu usaha extra untuk meraih jodoh agar jodoh segera datang dan satu masalah juga bisa terselesaikan. Berikut beberapa doa yang saya kumpulkan untuk anda yang ingin mengatasi masalah jodoh agar jodoh cepat datang untuk pria dan wanita.

Dalam berdoa untuk mendapatkan jodoh, perhatikan pula beberapa hal berikut:
  • Banyakkan berdoa
  • Perhatikan tanda-tanda Allah – selepas berdoa, perhatikan tanda-tanda Allah. Barangkali Allah memberikan sesuatu setelah kita berdoa
  • Sedekah untuk tingkatkan potensi pemakbulan
  • Lalui moment itu – go with the flow

Sebelum berdoa kita harus tahu bahwasanya ada 4 Proses Menjemput Jodoh yang saya kutip dari NotaPositif.com. Berikut 4 proses menjemput jodoh:
“Maha suci Allah yang menjadikan kejadian semua berpasangan dari sesuatu yang tumbuh di bumi, dari mereka (manusia) dan dari sesuatu yang mereka tiada mengetahui.” (Surah Yaasin: 36)

1. Perbanyak berdoa


Perbanyaklah berdoa. Dalam berdoa utamakanlah untuk jodoh yang soleh dan solehah dan dibimbing Allah. Berdoa tiap kali selepas solat. Disarankan berdoa bersama ibu bapa dan keluarga, supaya energi doa itu menjadi lebih kuat dengan izin Allah. Sebelum berdoa utamakan beristighfar terlebih dahulu, selawat kemudian nyatakan doa secara spesifik.

2. Kenali tanda-tanda Allah


Setelah berdoa, maka kenali tanda-tanda terjawabnya doa. Karena kejadian didunia ini tidak ada yang kebetulan, Dan syukuri tanda tanda yang allah berikan.


3. Perbanyak sedekah


Sedekah itu mempercepat terkabulnya doa. Karena itu perbanyaklah sedekah.

4. Ikhtiar dan membuka diri.


Setelah berdoa, kenali tanda-tanda Allah, dan sedekah, misalnya mengikuti acara reunian dan lain lain.

Itulah saran dari ustad Yusuf Mansur mengenai penjemputan jodoh


Doa Doa Mencari Jodoh Untuk Pria Dan Wanita


DOA MINTA JODOH BAGI LAKI-LAKI (AGAR CEPAT MENDAPTAKAN ISTRI)

رَبِّ هَبْ لِي مِنْ لَدُنْكَ زَوْجَةً طَيِّبَةً أَخْطُبُهَا وَأَتَزَوَّجُ بِهَا وَتَكُوْنُ صَاحِبَةً لِى فِى الدِّيْنِ وَالدُنْيَا وَالْأَخِرَةِ

“ROBBI HABLII MILLADUNKA ZAUJATAN THOYYIBAH AKHTUBUHA WA ATAZAWWAJ BIHA WATAKUNA SHOOHIBATAN LII FIDDIINI WADDUNYAA WAL AAKHIROH”.

“Ya Robb, berikanlah kepadaku istri yang terbaik dari sisi-Mu, istri yang aku lamar dan nikahi dan istri yang menjadi sahabatku dalam urusan agama, urusan dunia dan akhirat”.

DOA MINTA JODOH BAGI WANITA (AGAR CEPAT MENDAPTAKAN SUAMI)


رَبِّ هَبْ لِي مِنْ لَدُنْكَ زَوْجًا طَيِّبًا وَيَكُوْنُ صَاحِبًا لِى فِى الدِّيْنِ وَالدُنْيَا وَالْأَخِرَة

“ROBBI HABLII MILLADUNKA ZAUJAN THOYYIBAN WAYAKUUNA SHOOHIBAN LII FIDDIINI WADDUNYAA WAL AAKHIROH”.

“Ya Robb, berikanlah kepadaku suami yang terbaik dari sisi-Mu, suami yang juga menjadi sahabatku dalam urusan agama, urusan dunia & akhirat”

Atau

“ALLOHUMMAB’ATS BA’LAN SHOOLIHAN LIKHITHBATHII WA’ATTHIF QOLBAHU ‘ALAYYA BIHAQQI KALAAMIKAL QODIIMI WABIROSUULIKAL KARIIMI BI ALFI ALFI LAA HAWLA WALAA QUWWATA ILLAA BILLAAHIL ‘ALIYYIL ‘AZHIIM WA SHOLLALLOOHU ‘ALAA SAYYIDINAA MUHAMMADIN WA’ALAA AALIHII WA SHOHBIHI WA SALLAMA WALHAMDULILLAAHIROBBIL
‘AALAMIIN.”

Artinya :
“ Tuhanku, utuslah seorang suami yang shalih untuk melamarku, condongkanlah hatinya kepadaku berkat kebenaran Kalam-Mu yang qadim dan berkat utusanMu yang mulia dengan keberkahan sejuta ucapan LAA HAWLA WALAA QUWWATA ILLAA BILLAAHIL ‘ALIYYIL‘AZHIIM. Dan semoga Allah Melimpahkan Rahmat dan salam kepada junjungan kita, Nabi Muhammad, dan kepada segenap keluarga serta sahabatnya. Dan segala puji bagi Allah Tuhan sekalian Alam.”


رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَٰجِنَا وَذُرِّيَّٰتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَٱجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا


Rabbana hablana min azwaajina, wa dzurriyyatina qurrata a'yuniw, waj'alna lil muttaqiena imaamaa

Artinya :
Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami jodoh (isteri-isteri) kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang2 yang bertakwa. (QS Al-Furqaan 74)




Tidak ada satu orang pun yang tahu akan jodoh dirinya sendiri ataupun jodoh orang lain. Maka, sebagai hamba-Nya, kita hanya bisa berusaha dan berdoa agar cepat mendapatkan jodoh sesuai yang di inginkan.

Satu hal yang terpenting dari bacaan doa doa diatas adalah pengamalan. Jika anda mengamalkan doa ini dengan khusuk isya allah doa anda akan terkabul. amiin.

Rabu, 20 Januari 2016

Doa Setelah Selesai Shalat Witir

Doa Setelah Shalat WitirDoa Setelah Shalat Witir. Shalat Witir biasa dilakukan setelah selesainya shalat sunnat yang lain. Ia harus berfungsi sebagai salat penutup.

Apabila seseorang berkehendak untuk salat tahajjud pada malam hari, maka sebaiknya ia tidak menunaikan salat witir menjelang tidur, tapi melaksanakannya setelah salat tahajjud. Namun jika ia tidak bermaksud demikian, maka sebelum tidur, ia dianjurkan untuk menunaikan shalat witir.



Shalat Witir juga dilakukan setelah shalat Tarawih.yang dibagi dalam 2 tahap. tahap pertama 2 rakaat, tahap kedua 1 Rakaat.

Untuk anda yang tidak hafal Doa Setelah halat Witir, berikut ini Doa yang bisa anda baca setelah shalat witir.



Artinya
"Wahai Allah! Sesungguhnya kami memohon kepada-Mu iman yang tetap, kami memohon kepada-Mu hati yang khusyu', kami memohon kepada-Mu ilmu yang bermanfaat, kami memohon kepada-Mu keyakinan yang benar, kami memohon kepada-Mu amal yang shaleh, Kami memohon kepada-Mu agama yang lurus, kami memohon kepada-Mu kebaikan yang banyak, kami memohon kepada-Mu ampunan dan afiat, kami memohon kepada-Mu kesehatan yang sempurna, kami memohon kepada-Mu syukur atas kesehatan, dan kami memohon kepada-Mu terkaya dari semua manusia. Wahai Allah, Tuhan kami! Terimalah dari kami shalat kami, puasa kami, shalat malam kami, kekhusyu'an kami, kerendahan hati kami, ibadah kami, Sempurnakanlah kelalaian (kekurangan) kami, wahai Allah, wahai Allah, wahai Allah, wahai Zat Yang Paling Penyayang di antara para penyayang, Semoga rahmat Allah tercurahkan kepada sebaik-baik makhluk-Nya, Muhammad, keluarga dan sahabatnya semua, dan segala puji milik Allah, Tuhan semesta alam"

Selasa, 13 Oktober 2015

Doa Penutup Sebuah Acara

Ketika dalam sebuah acara, kita terpilih sebagai petugas pembaca doa, maka terkadang kita bingung doa apa yang akan kita baca. Nah berikut ini adaah doa yang dibuat oleh kakak saya ketika menjadi petugas untuk membaca doa. Doa ini dibuat berdasarkan ayat ayat Alquran.

Bila anda membutuhkan doa semacam ini silakan disalin dan dipraktekkan. Mudah-mudahan doa ini bermanfaat.

Doa Penutup Sebuah Acara


Ya Tuhan Kami yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, penguasa langit dan bumi, yang dipuja semesta alam.

Ya Tuhan kami, janganlah engkau pikulkan atas diri kami beban yang berat diluar batas kemampuan kami, Ampunilah diri kami dan limpahkanlah rahmat-Mu kepada kami.

Ya Tuhan kami, berilah kami pemimpin yang selalu dipenuhi cahaya dan petunjuk kebenaran sehingga cinta dan restu-Mu selalu menyertai kami.

Ya Tuhan kami, benahilah pengetahuan kami yang akan menjaga urusan kami, benahilah dunia kami tempat kami mencari penghidupan, benahilah kehidupan akhirat kami tempat kami kembali, jadikanlah hidup kami sebagai tempat untuk melaksanakan segala kebaikan dan jadikanlah mati kami sebagai pemutus segala keburukan.

Ya Tuhan kami, ampunilah segala kesalahan kami, kesalahan Ibu Bapak kami, Kesalahan Pemimpin-pemimpin kami serta para syuhada yang telah gugur mendahului kami, sesungguhnya Engkaulah Maha Pengampun dan Maha Penerima Taubat.

Ya Tuhan kami, jadikanlah sebaik-baik umur kami menjadi amal yang terbaik bagi kami, berilah kami rasa takut kepada-Mu yang akan menghalangi kami dari berbuat maksiat, Anugerahilah kami ketaatan kepada-Mu yang akan menghantarkan kami memasuki surga-Mu.

Ya Tuhan kami, Engkau mengetahui bahwa hati-hati ini telah berhimpun dalam cinta kepada-Mu, penuhilah hati-hati ini dengan Cahaya-Mu yang tiada pernah sirna, lapangkanlah dada kami dengan limpahan keimanan kepada-Mu dan keindahan berserah diri kepada-Mu, sesungguhnya Engkau sebaik-baik pelindung dan penolong.

Ya Tuhan kami, kabulkanlah segala permohonan kami, Ditangan-Mulah segala kebaikan dan Engkau berkuasa atas segala sesuatu.

******* AMIN *******

Jumat, 19 September 2014

Tentang Niat, Syarat dan Ketentuan dalam Berquban

Idul Adha adalah hari raya Qurban. Dimana di bulan ini Umat Islam diseluruh dunia menunaikan ibadah haji. Qurban dapat dilakukan di hari raya tasrik yaitu pada taggal 10,11,12,13 Dzulhijjah. Berqurban adalah Sunnat Muakkad bagi yang mampu.



Syarat Hewan yang Dikurbankan
Adapun syarat hewan yang dikurbankan berdasarkan fiqih yang ada:
  • Hewan kurban yang diperbolehkan yaitu hewan ternak seperti Unta, Sapi, Kambing atau domba/biri-biri
  • Hewan kurban harus gemuk dan berisi
  • Tidak sakit atau cacat di semua bagian tubuh
  • Hewan yang dikurbankan harus sudah mencapai umur minimal: Unta (5 tahun), Sapi(2 tahun), kambing (1 tahun), domba (setengah tahun).
Syarat Orang yang Berkurban
Adapun ketentuan atau syarat orang yang akan berkurban:
  • Islam
  • Mampu untuk berkurban
  • Niat nya karena untuk Ibadah
  • Hewan yang dikurbankan adalah milik sendiri, bukan hasil curian atau berhutang.

Jumat, 12 September 2014

Surat Pendek, Surat Al Ikhlas, surat Alfalaq dan surat An Naas serta surat Alfatihah


Inilah ketiga surat pendek yang sering dibaca. Diantaranya surat Al-ikhlas, surat Alfalaq dan surat AnNaas serta Surat Al-Fatihah.





Selasa, 02 September 2014

Lafadzh Takbiran Idul Fitri dan Idul Adha


Tak lama lagi Idul Adha. Biasanya anak anak begitu gembira menyambut lebaran. Apalagi bagi lebaran idul fitri dan mereka yang baru belajar puasa. Dan Sat lebarannya punya pakaian baru. Alangkah bahagianya mereka.

Takbiran dimasjid, beramai ramai bersama teman teman itulah yang membuat mereka senang. Namun sayang banyak bacaan takbiran mereka yang salah. Bisa dimaklum namanya juga anak anak.

Nah anda yang ingin memperbaiki ataupun menghafal lafadzh takbiran, silakan membaca gambar diatas.

Senin, 05 Mei 2014

Niat Sholat Sunnah Rawatib Qobliyah dan Ba'diyah

Nah ketika Selesai Sholat Fardu, maka kita disunnahkan untuk melaksanakan sholat Qobliyah dan Ba'diyah. Hukum melaksanakan Sholat Rawatib adalah sunnah muakkadah atau shalat sunnah yang dianjurkan.

Waktu-waktu sholat Sunnah muakkadah adalah dua rakaat sebelum shalat magrib sebagai Sunnah Qabliyah dan dua rekaat setelahnya sebagai Sunnah Ba’diyah. Begitu pula dengan shalat isya (dua rakaa’t sebelumnya dan sesudahnya).


Niat Sholat fardu berbeda dengan niat sholat Qobliyah dan Ba'diyah.



Kamis, 24 April 2014

Niat Sholat Lima Waktu (Maktubah)

Niat Sholat Maktubah adalah niat sholat lima waktu. Nah untuk belajar memfasihkan bacaan niat sholat anda, anda bisa membaca Niat shalat Lima Waktu dibawah ini.

Sebelum Sholat subuh biasanya dibaca shalawat tarhim. bagaimana bacaannya bisa dibaca dihalaman sebelumnya.

Niat Sholat Maktubah (Sholat Lima Waktu)


Niat Shalat Dzuhur, Niat Shalat Ashar, Niat Shalat Maghrib, Niat Shalat Isya, Niat Shalat Subuh.

Niat Shalat Lima Waktu

Bacaan Tarhim Sebelum Sholat Subuh

Bacaan Tarhim
Sebelum subuh biasanya muadzin membaca sholawat  Tarhim. Nah jika anda ingin belajar dan mencari tahu bagaimana tulisannya berikut tulisannya yang bisa anda pelajari.



Bacaan Sholawat Tarhim Sebelum Adzan Subuh ini saya temukan di internet kebanyakan ditulis dalam bahasa Indonesia dan dengan beberapa trik tulisan dengan tulisan arab akhirnya ditemukan dan saya tuliskan kembali di blog ini. semoga anda bisa mengambil manfaatnya dari ini. Terima Kasih.

Bacaan Sholawat Tarhim Sebelum Adzan Subuh beserta artinya

الصلاة والسلام عليك
يا امام المجاهدين يا رسول الله

"Sholawat dan salam kepadamu pemimpin para pejuang (mujahidin), duhai Rasulullah..."
الصلاة والسلام عليك
يا نا صرالهدى يا خير خلق الله

"Sholawat dan salam kepadamu duhai penuntun petunjuk Ilahi, duhai makhlauk Allah yang terbaik"
الصلاة والسلام عليك
يا ناصر الحق يا رسول الله

"Sholawat dan salam kepadamu duhai penolang kebenaran, duhai utusan Allah (duhai Rasulullah)..."
الصلاة والسلام عليك
يامن اسرى بك المهيمن ليلا نلت ما نلت والانام نيام


"Sholawat dan salam kepadamu duhai yang memperjalankanmu dimalam hari, Dialah Yang Maha Melindungi, engkau memperoleh apa yang kau peroleh sementara manusia tidur,

وتقدمت للصلاة فصلى كل من في السماء وانت الامام
والي المنتهى رفعت كريما
وسمعت النداء عليك السلام



"Semua penghuni langi sholat dibelakangmu dan engkau menjadi Imam, engkau diberangkatkan ke sidratul Muntahaa karena kemulyaanmu, dan engkau mendengar ucapan salam atasmu"

يا كريم الاخلاق يا رسول الله
صلي الله عليك وعلي اليك واصحابك اجمعين





"Duhai .. yang paling mulya akhlaknya, duhai Rasulullah... Sholawat Allah semoga tercurah atasmu, atas keluargamu dan atas sahabatmu seluruhnya"

Sabtu, 19 Januari 2013

Wanita Sholehah

Wanita Sholehah adalah Wanita yang paling diidam-idamkan oleh pria soleh juga. Begitu juga di akhirat, wanita – wanita solehah akan menjadi penghuni surga bahkan menjadi ratunya bidadari. Semoga para wanita yang membaca Artikel ini adalah wanita sholehah dan calon penghuni surga. Amiin

Kali ini studio informasi membahas apa saja yang dilakukan oleh seorang wanita sholehah. Mengerti seperti apa ciri-ciri wanita sholehah.

Menjadi wanita sholehah Tak sulit sebenarnya bila seorang wanita, bisa memenuhi beberapa syarat wajib yang telah di syariatkan dalam agama islam (Quran dan Hadist).

Dari Imam Ahmad dan Imam Muslim, daripada Umar r.a., Rasulullah sallallahualaihi-wasallam bersabda : “Bermula dunia ini ialah kesukaan dan keseronokan dan sebaik-baik kesukaan itu ialah perempuan yang solehah.”

Dalam sebuah hadis yang Rasulullah sallallahualaihiwasallam bersabda: “Mahukah kamu aku beritahu dari hal sebaik-baik barang yang perlu disimpan oleh seorang lelaki?” Iaitu isteri yang solehah.

Jika suami melihat kepadanya diaakan gembira , jika suaminya menyuruh sesuatu dia akan taati dan jika suami tiada di rumah dia akan menjaga harta suaminya dan memelihara kehormatan dirinya.” (HR:Ibnu Majah)

Siapakah wanita sholehah itu ?


Wanita sholehah adalah wanita yang menjadikan Allah sebagai Robnya, Muhammad nabinya, serta islam sebagai pedoman hidupnya. Wanita seperti itu senantiasa selalu melaksanakan perintah ilahi dan menjauhi semua larangannya, serta bangga dengan islam sehingga akhlaknya bercermin bedasarkan prinsip islam, dan bukan menjadikan islam sebagai pegangan agama dalam KTP.

Wanita sholehah adalah yang selalu menjaga sholat lima waktu dengan wudhunya, khusyu dalam menunaikannya, sehingga tidak ada satupun yang menyibukkannya dari hal itu.

Ketika datangnya adzan ia hentangkan sajadah dan bersujud kepada ilahi rabbi, meminta ampunan atas segala dosa, meminta pertolongan atas segala kesusahan.

Wanita sholehah adalah yang selalu menjaga hijabnya dengan senang hati bukan dari paksaan ataupun mengikuti tren mode masa kini. Jika ia menjaga hijabnya hanya karna Allah maka ia akan menjaga perikalunya. Allah SwT berfirman dalam kitabnya “ wahai nabi, katakanlah kepada istri-istrimu dan anak perempuanmu serta wanita-wanita mu’minah agar mereka mengulurkan jilbabnya “ ( al-ahzab : 59)

Wanita sholehah adalah yang selalu menjaga dirinya agar ia tetap suci samapai ia dipertemukan dengan jodohnya kelak,dan ketika ia telah memiliki suami ia selalu menjaga ketaatannya, sayang kepada suaminya, dan mengajaknya kepada kebaikan, dan tidak pernah menyakiti hatinya. lalu apakah ada pacar sholehah ? Akhwati fillah ketahuilah bahwasanya tidak ada pacaran dalam islam, pacaran selalu menuju pada dosa. Tidak ada pacaran yang mengajak pada kebaikan.

jika wanita itu sholehah maka ia senantiasa selalu menjaga hatinya dari perbuatan yang syubhat dan cintanya agar jatuh pada orang yang tepat disaat yang tepat. Serta menjaga pandangan matanya dari yang haram Rasulullah SAW Bersabda “malulah kalian kepada Allah dengan malu yang sebenar-benarnya" bearti dia telah menjaga kepala dan apa yang ada disekitarnya dan perut dan apa yang dimuatnya.

Barang siapa yang mengingat kematian dan kebinasaan, dia akan meninggalkan perhiasan dunia.” Wanita sholehah adalah yang mendidik anak-anaknya untuk taat kepada Allah mengajarkan aqidah yang benar agar selalu tertanam cinta kepada Allah dan menyeru kejalan kepada kalangan wanita lain dengan perkataan-perkataan yang baik.
“ dunia adalah perhiasan dan sebaik-baiknya perhiasan adalah wanita sholehah “ 
Sumber Nisaiyyah dan Al-Quranilkarim

Ciri Ciri Wanita Solehah 


Taat kepada Allah dan RasulNya Mencintai Allah s.w.t. dan Rasulullah s.a.w. melebihi dari segala-galanya.

  1. Wajib menutup aurat Tidak berhias dan berperangai seperti wanita jahiliah 
  2. Tidak bermusafir atau bersama dengan lelaki dewasa kecuali ada bersamanya Sering membantu lelaki dalam perkara kebenaran, kebajikan dan taqwa Berbuat baik kepada ibu & bapak Sentiasa bersedekah baik dalam keadaan susah ataupun senang.
  3. Tidak berkhalwat/bersentuhan sengaja dengan lelaki dewasa (baligh) 
  4. Bersikap baik terhadap tetangga 
  5. Taat kepada suami Memelihara kewajiban terhadap suami 
  6. Sentiasa menyenangkan suami Menjaga kehormatan diri dan harta suaminya selama suami tiada di rumah. 
  7. Tidak cemberut di hadapan suami. 
  8. Tidak menolak ajakan suami untuk tidur.
  9. Tidak keluar tanpa izin suami. 
  10. Tidak meninggikan suara melebihi suara suami.
  11. Tidak membantah suaminya dalam kebenaran.
  12. Tidak menerima tamu yang dibenci suaminya. 
  13. Sentiasa memelihara diri, kebersihan fisik & kecantikannya serta rumah tangga.

Itulah hal hal yang perlu diketahui oleh para wanita untuk menjadi wanita yang solih.

Gelar Wanita Solehah bisa di sandang oleh setiap wanita yang taat kepada Allah Swt, taat kepada Rasul, taat kepada orang tuanya jika belum menikah, taat kepada suaminya jika sudah menikah serta menjaga dirinya dari perbuatan yang dilarang kepadanya.

Wanita Solehah akan menjadi pengharum dunia dan penentram kehidupan di dunia dan juga merupakan perhiasan dunia yang paling indah.Semoga para wanita yang membaca tulisan ini adalah wanita aholehah yang kelak akan menjadi penghuni surga. Amiin

Selasa, 08 Januari 2013

Pahala-pahala shalat taraweh

Bulan puasa telah semakin dekat. detik demi detik berlalu, lagu-lagu shalawat membawa suasana ramadhan rasanya semakin dekat saja bahkan sms ucapan puasa dan jadwal imsakiyah ramadhan 1431H telah bereder dimana-mana.

Menurut Ali bin Abi Thalib R.A, pernah bertanya kepada Rasulullah SAW tentang ibadah shalat tarawih di bulan puasa, Allah menjanjikan pahala shalat tarawih berbeda untuk setiap malamnya sebagaimana diterangkan berikut ini.



MALAM KE....

1. Allah menghapuskan dosa Anda, seperti Anda baru lahir dari perut sang Ibu.

2. Allah menghapuskan dosa Anda dan dosa kedua orang tua Anda, bila mereka mukmin.

3. Malaikat dari Arsy mohon kepada Allah agar diterima ibadah Anda, serta dihapuskan dosa-dosa Anda yang telah lewat.

4. Diberikan pahala kepada Anda sebagaimana pahala orang-orang yang telah membaca Taurat, Injil, Zabur, dan AL-QUR?AN.

5. Diberikan pahala kepada Anda sebagaimana pahala orang yang menjalankan salat di masjidilharam mekah, Masjid Nabawi Medinah, serta Masjidil-Aqsha Jerusalem.

6. Diberikan pahala kepada Anda sebagaimana pahala mereka yang tawaf di Baitulmakmur. Serta seluruh batu dan bata pada bangunan itu memintakan ampunan atas dosa-dosa Anda.

7. Diberikan pahala kepada Anda seperti pahala orang yang ikut Nabi Musa AS melawan Fir’aun dan Haman.

8. Diberikan pahala kepada Anda seperti yang Allah berikan pahala kepada Nabi Ibrahim AS

9. Akan diberikan pahala kepada Anda sesuai dengan ibadah seorang nabi.

10. Allah akan memeberikan kebahagiaan di dunia dan akhirat.

11. Akan dihapuskan dosa Anda bila meninggal, seperti Anda baru keluar dari perut ibu.

12. Pada hari kiamat, Anda akan bangkit dengan muka cemerlang seperti bulan.

13. Pada hari kiamat, Anda akan bebas dari ketakutan yang membuat manusia sedih.

14. Para malaikat memberi kesaksian salat Tarawih Anda,dan Allah tidak menghisab Anda lagi.

15. Anda akan memnerima salawat dari para malaikat, termasuk malaikat penjaga Arsy dan Kursi.

16. Anda akan mendapat tulisan "Selamat" dari Allah, Anda bebas masuk surga, dan lepas dari api neraka.

17. Allah akan memberi pahala kepada Anda sesuai pahala para nabi.

18. Malaikat akan memohon kepada Allah agar Anda dan orang tua Anda selalu mendapat restu.

19. Allah akan mengangkat derajat Anda ke Firdaus (surga yang tinggi)

20. Diberikan pahala kepada Anda sesuai pahala para syuhada dan salihin.

21. Allah akan membuatkan sebuah bangunan dari cahaya untuk Anda di surga.

22. Anda akan merasa aman dan bahagia pada hari kiamat, karena terhindar dari rasa takut yang amat sangat.

23. Allah akan merasa membuatkan sebuah kota untuk Anda di dalam surga.

24. Allah akan mengabulkan 24 permohonan Anda selagi Anda masih hidup didunia.

25. Anda akan bebas dari siksa kubur.

26. Allah akan mengangkat derajat amal kebaikan Anda sebagaimana derajat amal kebaikan Anda selama 40 tahun.

27. Anda akan secepat kilat bila melewati Siratalmustakim nanti.

28. Akan dinaikan derajat Anda 1.000 kali oleh Allah di dalam surga kelak.

29. Allah akan memberi pahala kepada Anda seperti Anda menjalani ibadah haji 1.000 kali yang diterima Allah (haji mabrur).

30. Allah menyuruh kepada Anda untuk memakan semua buah di surga, minum air kausar, mandi air salsabil (air surga) karena Allah Tuhan Anda, dan Anda hamba yang setia.

Demikian pahala yang dijanjikan Allah kepada umatnya yang melakukan ibadah shalat taraweh dengan khusu' dibulan puasa. semoga kita mendapatkan apa yang Allah janjikan kelak diakhirat nanti. Amiin

sambil menunggu bulan puasa yang masih sekitar 2 minggu lagi, yuk lihat film ketika cinta bertasbih spesial ramadhan, film menarik yang sangat populer di Indonesia hingga ke mancanegara.

selamat menikmati.

Tips Agar Shalat Bisa Khusuk


Tips Agar Shalat Bisa Khusu' adalah cara ampuh agar shalat yang kita lakukan diterima oleh allah swt, dengan demikian shalat yang kita lakukan selama ini tidak sia-sia dan bisa memperoleh barokah dan pahala tidak memperoleh capek saja.


Hudzaifah pernah berkata: Apa yang pertama hilang dari agama kalian adalah khusyu', dan apa yang paling akhir hilang dari agama kalian adalah sholat, banyak orang sholat tapi tidak ada kebaikan pada mereka, kalian nanti akan masuk masjid dan tidak ada lafi orang khusyu'" (al-Madarij 1/521).
Allah berfirman :
حَـٰفِظُواْ عَلَى ٱلصَّلَوَٲتِ وَٱلصَّلَوٰةِ ٱلۡوُسۡطَىٰ وَقُومُواْ لِلَّهِ قَـٰنِتِينَ.

Agar Shalat bisa khusu' ada tips yang bisa anda ikuti agar Shalat anda bisa diterima antara lain sebagai berikut:
  1. Persiapan diri agar tidak tergesa-gesa untuk sholat dengan cara :



  2. Beranggapan pada saat sholat kita menghadap ALLAH SWT. 
  3. Pada saat sholat ingat kematian seperti sholat ini adalah sholat terakhir.
  4. Menghayati ayat-ayat Qur’an dan dzikir-dzikir yang dibaca saat sholat. 
  5. Membaca ayat satu-satu dengan tartil agar mudah dipahami dan dihayati. 
  6. Thoma’ninah yaitu berhenti sejenak pada setiap rukun-rukun sholat.
  7. Mengarahkan pandangan ke tempat sujud.
  8. Meletakkan tangan kanan di atas tangan kiri di atas dada sebagai tanda sikap kita menundukkan diri/merendahkan diri di hadapan ALLAH SWT.
  9. Membaca ta’awwudz, karena pada saat setan senang mengganggu konsentrasi orang sholat dengan cara membolak balik bacaan dan merekayasa kentut. Bila kita merasakan gangguan setan, maka bacalah ta’awwuds lalu tiuplah ke kiri 3 kali. Bila kita merasakan kentut jangan membatalkan sholat bila tidak mendengar suara atau mencium bau karena saat itu setan membuka tempat duduk kita.
  10. Bacalah cerita orang sholeh terdahulu bagaimana cara mereka khusyu’ dalam sholatnya
  11. Berdoa dalam sholat, khususnya saat sujud.
  12. Dzikir setelah sholat
  13. Sebaiknya menghadap pembatas depan berupa dinding yang polos agar pandangan mata kita tidak terganggu oleh gambar-gambar di depan kita.
  14. Memakai pakaian yang polos dan tidak banyak warna.
  15. Hindari sholat pada waktu makan.
  16. Hindari menahan buang air besar, buang air kecil dan kentut.
  17. Hindari sholat dalam keadaan ngantuk berat.
  18. Hindari sholat di tempat yang kurang rata atau kurang bersih.
  19. Jangan membaca terlalu keras karena dapat mengganggu orang yang sholat di dekat kita.
  20. Jangan tengok-tengok saat sholat.
  21. Jangan melihat ke atas. 
  22. Menahan mulut ketika ingin menguap
Demikian tips komplit bagaimana cara Agar bisa khusu'. harapannya setelah mengetahui tips ini tidak hanya membaca tapi menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Senin, 31 Desember 2012

Doa menyambut bulan Ramadhan

Saat kita tahu awal ramadhan akan jatuh pada hari apa berdasarkan cara menentukan awal bulan puasa dan hari raya kemarin, maka kita bisa menyambut kedatangan ramadhan ini dengan memanjatkan doa-doa yang dulu Sering Rasulullah baca dan ajarkan kepada para sahabat.



Insya allah sambutan teman pada datangnya bulan ramadhan ini akan mendatangkan pahala asal sambutan itu memang dilakukan dengan ikhlas. Sambil download jadwal imsyakiyah mari kita baca doa-doa yang sering dibaca Rasullullah.


Allahumma bariklana fii rajab wa sya’ban wa balighna Ramadhan

Ya Allah, berkahilah kami pada bulan Rajab, Sya’ban dan sampaikanlah kami ke bulan Ramadhan (HR. Ahmad dan Thabrani)
“Ya Allah, terbitkanlah (dan tampakkanlah) hilal kepada kami (diiringi) dengan keberkahan dan keimanan serta keselamatan dan keislaman, (jadikanlah dia) sebagai hilal kebaikan dan petunjuk, Tuhanku dan Tuhanmu adalah Alloh.”

(HR. At-Tarmidzi (9/142), imam Ahmad (1/162), Ad-Darimi (2/7) dan lain-lain, dishohihkan oleh Syaikh Al-Albani rahimahullah dalam Shahih Al-Wabilush Shayyib, hal. 220).

“Allah Maha Besar, Ya Allah, terbitkanlah (dan tampakkanlah) hilal itu kepada kami (diiringi) dengan keamanan dan keimanan serta keselamatan dan keislaman. Tuhanku dan Tuhanmu adalah Allah”.

Dalam menyambut masuknya bulan Ramadhan, Rasulullah SAW membacakan doa berikut:
“Ya Allah, telah tiba bulan Ramadhan. Wahai Tuhan pemilik bulan Ramadhan, Engkau telah menurunkan Al-Qur’an di dalamnya dan telah menjadikannya sebagai penjelas atas petunjuk dan pembeda antara yang hak dan yang batil. Wahai Tuhan kami, berkatilah kami di dalamnya dan bantulah kami dalam melaksanakan puasa dan menunaikan shalat di dalamnya. Terimalah amal-amal kami di bulan ini.” *)

"Ya Allah, segala puji bagiMu yang telah membimbing kami untuk memujiMu supaya kami mengerti bersyukur atas segala kebaikanMu dan supaya Engkau membalas kami dengan balasan yang Kau berikan pada mereka yang berbuat kebajikan.

Segala puji bagi Allah yang menganugerahi kami dengan agamaNya, mengistimewakan kami dengan millahNya dan menunjukkan kami jalan-jalan kebaikanNya, dengan pujian yang Dia terima dari kita dan membuatNya ridha kepada kita.

Segala puji bagi Allah yang menjadikan di antara jalan-jalan (kebaikanNya) adalah bulan Ramadhan, bulan puasa, bulan Islam, bulan kesucian, bulan pembersihan, bulan menegakkan shalat malam, bulan yang di dalamnya Al Qur’an diturunkan sebagai penyuluh dan (rincian) penjelasan petunjuk dan pembeda bagi manusia. (QS Al Baqarah: 185).

Dia menjelaskan keutamaan bulan ini melebihi semua bulan dengan menjadikannya berlimpah dengan kesucian dan bertabur dengan fadhilah. Dia mengharamkan di bulan ini yang dihalalkan di bulan lain sebagai pengagungan untuknya. Dia larang di bulan ini makan dan minum sebagai penghormatan untuknya. Dia jadikan di bulan ini waktu-waktu tertentu (saat sahur dan buka) yang tidak boleh didahulukan dan tidak boleh diakhirkan. Lalu, Dia muliakan satu malam di antara malam-malam bulan ini melebihi malam-malam seribu bulan. Dia namakan malam itu dengan malam Lailatul Qadar. Pada malam itu turun para malaikat dan Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan, menebar kedamaian (bagi mereka) (QS al-Qadr:4-5) terus-menerus dan menaburkan keberkahan sampai terbit fajar kepada siapa saja dikehendaki dari para hamba Allah sesuai dengan ketentuan dan ketetapanNya.

Ya Allah, sampaikan shalawat kepada Muhammad dan keluarganya dan ilhamkan kepada kami untuk mengenal kebesarannya (Ramadhan), mengagungkan kesuciannya, menjaga apa yang dilarangnya. Bantulah kami untuk menjalankan puasanya dengan menahan anggota badan dari durhaka kepadaMu dan menggunakannya untuk segala apa yang Kau ridhai. Sampai kemudian telinga-telingan kami tidak mengarah pada kesia-siaan, mata-mata kami tidak terpusat pada kealpaan, tangan-tangan kami tidak kami ulurkan pada larangan, kaki-kaki kami tidak kami langkahkan pada keburukan, perut-perut kami tidak kami isi kecuali dengan yang Engkau halalkan, lidah-lidah kami tidak berbicara kecuali yang Engkau contohkan. Kami tidak melakukan kecuali yang mendekatkan pahalaMu dan kami tidak mengerjakan kecuali yang dapat menghindarkan kami dari siksaMu.

Maka bersihkanlah semua (amal-amal) itu dari riyanya tukang riya, daro pamernya tukang pamer. Di bulan ini kami tak akan menyekutukanMu dengan siapapun dan tidak akan mencari kerinduan selain kepadaMu.

Ya Allah, sampaikan shalawat kepada Muhammad dan keluarganya. Bantulah kami di bulan Ramadhan untuk memperhatikan waktu-waktu shalat yang lima dengan hukum-hukumnya yang Kau tentukan, fardhu-fardhunya yang Kau fardhukan, tugas-tugasnya yang Kau tugaskan, dan waktunya yang Kau tetapkan.

Di dalam shalat kami naikkan kami ke tingkatan orang yang memelihara tahap-tahapnya, menjaga rukun-rukunnya, melakukannya pada waktu yang sesuai dengan apa yang disunahkan hambaMu, RasulMu SAW, dalam ruku’nya, sujudnya, dan semua geraknya, dengan kesucian yang paling tinggi dan paling sempurna, dengan kekhusyuan yang paling nyata dan paling menukik.

Dalam bulan in, bantulah kami untuk menyambungkan persaudaraan dengan kebajikan dan kekeluargaan, memperhatikan tetangga kami dengan bantuan dan pemberian, membebaskan harta kami dari tuntutan, membersihkannya dengan mengeluarkan zakat, menyambung lagi orang yang menjauhi kami, memperlakukan dengan adil orang yang menyakiti kami, berdamai dengan irang yang memusuhi kami, kecuali dalam permusuhan yang semata karenaMu dan untukMu, karena dialah musuh yang tidak kami senangi dan golongan yang tidak kami sukai.

Dalam bulan ini, bantulah kami untuk mendekatkatiMu dengan amal-amal suci yang membersihkan dosa-dosa kami dan menjaga kami dari mengulangi cela, sehingga para malaikatMu tidak lebih banyak memasuki pintu-pintu ketaatan dan macam-macam peribadatan daripada yang kami persembahkan untukMu.

Ya Allah, aku bermohon kepadaMu demi hak bulan ini, demi hak siapa saja yang menyembahMu, sejak permulaannya sampai waktu kematiannya, para malaikat yang Kau dekatkan, para nabi yang Kau kirim, para hamba saleh yang Kau istimewakan, sampaikanlah shalawat kepada Muhammad dan keluarganya. Di bulan ini, jadikanlah kami orang yang layak menerima anugerah yang Kau janjikan kepada para kekasihMu, yang Kau pastikan kepada orang-orang yang sungguh-sungguh beribadah kepadaMu. Tempatkan kami dalam kelompok orang yang berhak mendapat tempat paling mulia dengan rakhmatMu.

Ya Allah, sampaikanlah shalawat kepada Muhammad dan keluarganya, jauhkanlah kami dari ketergelinciran dalam bertauhid kepadMu, kekurangan dalam memujiMu, keraguan terhadap agamaMu, keburukan dari jalanMu, kelalaian akan kesucianMu, ketertipuan oleh musuhMu, setan yang terkutuk!

Ya Allah, sampaikan shalawat kepada Muhammad dan keluarganya. Jika pada malam-malam bulan ini ada hamba yang tengkuknya dibebaskan dengan ampunanMu atau dianugerahi maafMu, tempatkan kami pada kelompok dan orang yang terbaik di bulan ini.

Ya Allah, hilangkan dosa-dosa kami bersamaan dengan hilangnya bulan sabit Ramadhan, lepaskan beban-bena kami bersamaan dengan berlalunya hari-harinya, sehingga ketika bulan ini meninggalkan kami, Engkau telah membersihkan kami deri kesalahan, Engkau sudah melepaskan kami dari keburukan.

Ya Allah, sampaikan shalawat kepada Muhammad dan keluarganya, jika kami di bulan ini menyimpang, luruskanlah; jika akmi tergelincir, tegakkanlah; jika setan musuh kami mencengkeram, selamatkanlah kami.

Ya Allah, penuhi bulan ini dengan pengabdian kami kepadaMu, hiasi waktu-waktunya dengan ketaatan kami kepadaMu, bantulah kami pada waktu siangnya dengan puasa dan malamnya dengan shalat khusyuk, bersimpuh dan merendah kepadaMu. Sehingga siangnya tidak menyaksikan kami dalam kelalaian, malamnya tidak melihat kami dalam kealpaan. Ya Allah, jadikan kami seperti ini juga di bulan-bulan lain, sepanjang Kau hidupkan kami.

Jadikan kami di antara hamba-hambaMu yang shalih yang menwarisi Firdaus dan kekal di dalamnya (QS Al Mukminun:11), yang memberikan apa yang mereka berikan dalam keadaan gemetaran (mengetahui) bahwa mereka akan kembali kepada Tuhan, mereka termasuk orang-orang yang berlomba-lomba mendapat kebaikan dan merekalah orang-orang yang segera memperolehnya.

Ya Allah, sampaikan shalawat kepada Muhammad dan keluarganya pada setiap waktu dan saat, pada segala keadaan, sebanyak shalawat yang Kau berikan kepadanya dan gandakan shalawat itu dengan kelipatan yang hanya Engkau yang dapat menghitungnya. Sungguh Engkau melakukan apa yang Engkau kehendaki."

Insya allah dengan membaca doa ini akan menjadikan puasa ramadhan kita menjadi lebih khusu' yang tidak hanya shalat saya yang perlu khusu' tapi puasa juga perlu khusu karena sama-sama ibadah.

Minggu, 21 Oktober 2012

Syarat Hewan Yang Boleh Dijadikan Kurban

Syarat Hewan Yang Boleh Dijadikan Kurban
Agar hewan yang anda miliki bisa dijadikan kurban pada Idul kurban, maka hewan tersebut harus memenuhi persyaratan. Syarat inilah yang kemudian menjamin memakan daging kurban itu sehat tidak terdapat keraguan. Apa saja syaratnya, silakan simak ulasan berikut ini.

Syarat-syarat hewan kurban ada empat;



1. Hewan kurban harus dari jenis hewan yang telah ditetapkan dalam syari’at untuk dijadikan kurban, yaitu unta, sapi, dan kambing. Oleh karenanya, jika berkurban berupa kuda, maka kurban tersebut tidak sah.

Hal ini karena kuda bukan dari jenis yang ditetapkan syari’at sebagai hewan kurban, walaupun bisa jadi harganya lebih mahal dari unta, sapi, atau kambing. Dalilnya adalah sabda Nabi Shalallahu ‘alaihi wa Sallam: “Barangsiapa yang melakukan suatu amalan yang tidak ada padanya perintah dari kami, maka amalan tersebut tertolak.”

2. Hewan kurban telah mencapai batasan umur minimal yang ditetapkan syari’at. Jika kambing jenis domba, maka telah mencapai usia setengah tahun. Jika kambing kacang/jawa (ma’iz) telah genap berumur setahun, sedangkan sapi telah genap berumur dua tahun, dan unta telah genap berumur lima tahun.

Hal ini berdasarkan sabda Nabi Shalallahu ‘alaihi wa Sallam: “Janganlah kalian menyembelih hewan kurban, kecuali bila hewan tersebut telah mencapai usia musinnah (unta berumur lima tahun, sapi berumur dua tahun, kambing berumur satu tahun). Namun jika kalian kesulitan, maka silahkan menyembelih domba yang telah berumur enam bulan (jadza’ah).”

3. Hewan kurban tersebut selamat dari cacat yang membuatnya tidak layak untuk dikurbankan. Hal ini telah disebutkan dalam sabda Nabi Muhammad Shalallahu ‘alaihi wa Sallam: “Empat bentuk cacat yang tidak boleh ada pada hewan kurban: buta sebelah matanya yang jelas butanya, sakit yang jelas sakitnya, pincang yang jelas pincangnya dan kurus yang tidak bersumsum.” (HR. Abu Dawud)

Keempat cacat tersebut menghalangi keabsahan hewan kurban. Bila seseorang menyembelih hewan kurban berupa kambing yang matanya buta sebelah dan jelas butanya, maka kurbannya tidak diterima. Bila ia menyembelih hewan kurban berupa kambing yang sakit yang jelas sakitnya, maka kurbannya tidak diterima. Bila ia menyembelih hewan kurban berupa kambing yang pincang yang jelas pincangnya, maka kurbannya tidak diterima. Bila ia menyembelih hewan kurban berupa kambing yang kurus sekali (yang tidak bersumsum), maka kurbannya tidak diterima. Begitu pula yang lebih parah dari cacat yang telah disebutkan di atas, seperti buta kedua matanya, putus kakinya, tertimpa sesuatu yang menjadi penyebab kematiannya seperti induk yang kesulitan dalam melahirkan anak - kecuali bila melahirkan dengan selamat-. Begitu pula dengan yang tercekik, dipukul, jatuh, ditanduk/tertusuk benda tajam, atau digigit hewan buas.

Bila seseorang berkurban dengan hewan kurban yang semisal ini, maka kurbannya tidak diterima. Karena yang demikian itu lebih tidak pantas/tidak layak untuk dipersembahkan sebagai kurban. Adapun cacat-cacat lain yang lebih ringan dari yang disebutkan di atas, seperti telinganya terpotong, tanduknya patah, ekornya putus, maka berkurban dengan hewan kurban seperti ini masih diterima. Meskipun padanya terdapat sedikit cela/cacat. Tidak ada perbedaan antara yang terpotong, patah, atau putus sedikit ataupun banyak. Sampai-sampai seandainya tanduk hewan kurban tersebut patah keseluruhannya pun masih diterima/sah bila berkurban dengannya. Begitu pula dengan telinga atau ekornya. Namun, semakin sempurna hewan kurban tersebut, semakin afdhal (utama) untuk dipersembahkan sebagai hewan kurban.

4. Penyembelihan hewan kurban tersebut harus dilaksanakan di waktu yang telah ditentukan Nabi Shalallahu ‘alaihi wa Sallam, yakni dari setelah shalat Idul Adha sampai akhir hari tasyriq (tanggal 13 Dzulhijjah-red). Batas waktunya selama 4 (empat) hari, yaitu mulai setelah shalat Idul Adha dan tiga hari setelahnya. Barangsiapa menyembelih hewan kurbannya sebelum shalat Id, maka kurbannya tidak sah, walaupun ia seorang yang belum mengerti tentang waktu sahnya penyembelihan kurban. Hal ini sebagaimana sabda Nabi Shalallahu ‘alaihi wa Sallam saat beliau berkhutbah: “Barangsiapa menyembelih hewan kurban sebelum shalat Id, maka kurbannya tidak sah.”

Kemudian berdirilah seorang pria yang bernama Abu Burdah bin Niyar radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: “Wahai Rasulullah, sesungguhnya aku telah berkurban/menyembelih hewan kurbanku sebelum shalat Id,” maka beliau Shalallahu ‘alaihi wa Sallam menjawab: “Kambingmu itu kambing sembelihan biasa,” beliau Shalallahu ‘alaihi wa Sallam juga bersabda: “Barangsiapa menyembelih hewan kurban sebelum shalat, maka kurbannya tidak sah,” dan beliau Shalallahu ‘alaihi wa Sallam juga bersabda: “maka hendaklah ia menyembelih yang lain sebagai gantinya (di waktu yang sah untuk menyembelih-red).” Barangsiapa menyembelih hewan kurban setelah berakhirnya hari tasyriq, maka kurbannya tidak sah. Hal itu karena ia menyembelih diluar waktunya.

Jadi syarat-syarat penyembelihan hewan kurban adalah sebagai berikut:
  1. Dari jenis binatang ternak (yang telah ditetapkan dalam syari’at untuk menyembelih dengannya-red), yaitu unta, sapi, dan kambing.
  2. Telah mencapai umur yang ditetapkan syari’at: yaitu mencapai usia musinnah yaitu 5 tahun untuk unta, 2 tahun untuk sapi, dan 1 tahun untuk kambing kacang/jawa (ma’iz); atau usia jadza’ah (6 bulan) untuk domba.
  3. Selamat dari empat cacat yang telah disebutkan di atas.
  4. Dilakukan pada waktu yang telah ditentukan.
Adapun yang lebih mencocoki syari’at dalam masalah jumlah hewan yang akan dikurbankan adalah tidak berlebihan jumlahnya. Sebagaimana telah dicontohkan Nabi Shalallahu ‘alaihi wa Sallam dan para salafush shalih, seorang muslim berkurban untuk dirinya sendiri, dan keluarganya dengan satu hewan kurban.

Namun pada masa ini, seorang istri datang kepada suaminya seraya mengatakan: “Aku ingin berkurban”, kemudian datang putrinya mengatakan: “Aku ingin berkurban”, lalu datang saudarinya mengatakan: “Aku ingin berkurban”, sehingga dalam sebuah rumah tersebut terkumpul beberapa kurban. Hal ini menyelisihi apa yang telah dilakukan para salafush shalih. Sungguh, manusia termulia, Nabi Muhammad Shalallahu ‘alaihi wa Sallam, tidaklah berkurban kecuali dengan satu hewan kurban untuk dirinya dan keluarganya. Padahal, sebagaimana yang telah diketahui, beliau Shalallahu ‘alaihi wa Sallam memiliki sembilan istri (yang berarti beliau juga memiliki sembilan rumah). Bersamaan dengan itu, tidaklah beliau Shalallahu ‘alaihi wa Sallam berkurban kecuali dengan satu hewan kurban, untuknya dan keluarganya. Dan beliau Shalallahu ‘alaihi wa Sallam berkurban satu lagi untuk ummatnya. (Lihat Fatwa Asy-Syaikh Muhammad bin Sholih Al-‘Utsaimin dalam Liqo` Al-Bab Al- Maftuh)

Jadi jelaslah Bahwa Hewan yang akan dijadikan kurban harus memenuhi syarat-syarat diatas, dan satu hewan kurban itu cukup untuk diri sendiri dan keluarga.

Sudah siapkah anda berkurban?

Cara Menyembelih Hewan Kurban Sesuai Syariah

Cara Menyembelih Hewan Kurban Sesuai Syariah
Cara Menyembelih Hewan Kurban Sesuai Syariah perlu diketahui agar ibadah kurban kita menjadi maksimal. Baik mnfaat maupun pahalanya. Apa saja yang perlu diketahui dan di lkukan pada saat hendak berkurban?

Ada sedikit larangan untuk para Shohibul qurban. Larangan ini tidak berat tapi hendaknya di lakukan. antara lain sebagai berikut:

  • dilarang untuk mengambil (mencukur) segala rambut/bulu, kuku dan kulit yang terdapat pada tubuhnya 
  • Tidak boleh Memberi Upah Sedikitpun Kepada Penyembelih Dari Binatang Sembelihannya
  • Tidak Boleh Menjual Sesuatupun Dari Binatang Kurban
  • Disyariatkan Pemilik Kurban Memakan Daging Kurbannya
Selengkapnya baca penjelasan berikut ini.

Bagi orang yang hendak berkurban, tidak diperkenankan baginya untuk mengambil (mencukur) segala rambut/bulu, kuku dan kulit yang terdapat pada tubuhnya (orang yang berkurban tersebut, pen) setelah memasuki tanggal 1 Dzulhijjah sampai disembelih binatang kurbannya, sebagaimana hadits Ummu Salamah yang diriwayatkan oleh Muslim. Namun bila sebagian rambut/bulu, kulit dan kuku cukup mengganggu, maka boleh untuk mengambilnya sebagaimana keterangan Asy Syaikh Ibnu ‘Utsaimin dalam Asy Syarhul Mumti’ 7/ 532.

Diantara sunnah yang dilupakan bahkan diasingkan mayoritas kaum muslimin adalah pelaksanaan kurban di tanah lapang setelah shalat ied oleh imam (penguasa) kaum muslimin. Wallahul musta’an. Padahal Rasulullah menunaikan amalan agung ini. Abdullah bin Umar Radhiallahu’anhu berkata: “Dahulu Rasulullah menyembelih binatang kurban di Mushalla (tanah lapang untuk shalat ied, pen).” (H.R. Bukhari). Dan tidaklah Rasulullah melakukan sesuatu kecuali pasti mengandung manfaat yang besar.

Tata Cara Penyembelihan

a. Menajamkan Pisau Dan Memperlakukan Binatang Kurban Dengan Baik

Rasulullah bersabda (artinya): “Sesungguhnya Allah mewajibkan perbuatan baik terhadap segala sesuatu. Apabila kalian membunuh maka bunuhlah dengan cara yang baik. Dan jika kalian menyembelih maka sembelihlah dengan cara yang baik pula. Hendaklah salah seorang diantara kalian menajamkan pisaunya dan menyenangkan (tidak menyiksa) sesembelihannya.” (H.R. Muslim)

b. Menjauhkan Pisaunya Dari Pandangan Binatang Kurban

Cara ini seperti yang diceritakan Ibnu Abbas Radhiallahu’anhu bahwa Rasulullah pernah melewati seseorang yang meletakkan kakinya didekat leher seekor kambing, sedangkan dia menajamkan pisaunya. Binatang itu pun melirik kepadanya. Lalu beliau bersabda (artinya): “Mengapa engkau tidak menajamkannya sebelum ini (sebelum dibaringkan, pen)?! Apakah engkau ingin mematikannya sebanyak dua kali?!.” (H.R. Ath Thabrani dengan sanad shahih)

c. Menghadapkan Binatang Kurban Kearah Kiblat

Sebagaimana hal ini pernah dilakukan Ibnu Umar Radhiallahu’anhu dengan sanad yang shahih.

d. Tata Cara Menyembelih Unta, Sapi, Kambing Atau Domba

Apabila sesembelihannya berupa unta, maka hendaknya kaki kiri depannya diikat sehingga dia berdiri dengan tiga kaki. Namun bila tidak mampu maka boleh dibaringkan dan diikat. Setelah itu antara pangkal leher dengan dada ditusuk dengan tombak, pisau, pedang atau apa saja yang dapat mengalirkan darahnya.

Sedangkan bila sesembelihannya berupa sapi, kambing atau domba maka dibaringkan pada sisi kirinya, kemudian penyembelih meletakkan kakinya pada bagian kanan leher binatang tersebut. Seiring dengan itu dia memegang kepalanya dan membiarkan keempat kakinya bergerak lalu menyembelihnya pada bagian atas dari leher. (Asy Syarhul Mumti’ 7/478-480 dengan beberapa tambahan)

e. Berdoa Sebelum Menyembelih

Lafadz doa Menyembelih Hewan Kurban:

- بِسْمِ اللهِ وَاللهُ أَكْبَرُ

“Dengan nama Allah dan Allah itu Maha Besar.” (H.R. Muslim)

- بِسْمِ اللهِ وَاللهُ أَكْبَرُ اَللَّهُمَّ هَذَا مِنْكَ وَلَكَ

“Dengan nama Allah dan Allah itu Maha Besar, Ya Allah ini adalah dari-Mu dan untuk-Mu.” (H.R. Abu Dawud dengan sanad shahih)

Tidak Memberi Upah Sedikitpun Kepada Penyembelih Dari Binatang Sembelihannya

Larangan ini dipaparkan Ali bin Abi Thalib Radhiallahu’anhu: “Aku pernah diperintah Rasulullah untuk mengurus kurban-kurban beliau dan membagikan apa yang kurban itu pakai (pelana dan sejenisnya pen) serta kulitnya. Dan aku juga diperintah untuk tidak memberi sesuatu apapun dari kurban tersebut (sebagai upah) kepada penyembelihnya. Kemudian beliau mengatakan: “Kami yang akan memberinya dari apa yang ada pada kami.” (Mutafaqun ‘alaihi)

Boleh Memanfaatkan Sesuatu Dari Binatang Kurban

Diperbolehkan untuk memanfaatkan sesuatu dari binatang tersebut seperti kulit untuk sepatu, tas, tanduk untuk perhiasan dan lain sebagainya. Hal ini didasarkan hadits Ali bin Abi Thalib Radhiallahu’anhu tadi.

Tidak Boleh Menjual Sesuatupun Dari Binatang Kurban

Larangan ini berlaku untuk seorang yang berkurban, dikarenakan menjual sesuatu dari kurban tersebut keadaannya seperti mengambil kembali sesuatu yang telah disedekahkan, yang memang dilarang Rasulullah . Beliau bersabda (artinya):

“Permisalan seseorang yang mengambil kembali sedekahnya seperti anjing yang muntah kemudian menjilatinya lalu menelannya.” (H.R. Muslim dan Al Bukhari dengan lafadz yang hampir sama)

Disyariatkan Pemilik Kurban Memakan Daging Kurbannya

Diantara dalil yang mendasari perbuatan ini secara mutlak (tanpa ada batasan waktu) adalah firman Allah (yang artinya):

“Maka makanlah daging-daging binatang tersebut dan berilah makan kepada orang fakir.” (Al Hajj : 28)

Demikian juga sabda Nabi (yang artinya):

“Makanlah kalian, berilah makan (baik sebagai sedekah kepada fakir atau hadiah kepada orang kaya) dan simpanlah (untuk kalian sendiri).” (H.R. Bukhari)

Adapun ketentuan jumlah yang dimakan, diinfaqkan maupun yang disimpan maka tidak ada dalil yang sah tentang hal itu. Wallahu a’lam. Hanya saja, alangkah mulianya apa yang pernah dikerjakan Rasulullah ketika beliau hanya mengambil sebagian saja dari kurban sebanyak 100 unta. (H.R. Muslim)

Idul Adha Hari Raya Kurban

Idul Adha Hari Raya Kurban
Idul Adha pada tahun ini jatuh pada hari jumat 26 oktober 2012. Idul Adha dikenal dengan Hari Raya Kurban. Idul Adha mempunyai sejarah besar tentang islam. Pasalnya, di bulan ini kaum muslimin dari berbagai belahan dunia melaksanakan rukun Islam yang kelima Haji bagi yang mampu.

Ibadah haji adalah ritual ibadah yang mengajarkan persamaan di antara sesama. Dengan melaksanakan ibadah haji, Islam tampak sebagai agama yang tidak mengenal status sosial.
Kaya, miskin, pejabat, rakyat, kulit hitam ataupun kulit putih semua memakai pakaian yang sama. Bersama-sama melakukan aktivitas yang sama pula yakni manasik haji.

Selain ibadah haji, pada bulan ini umat Islam merayakan hari raya Idul Adha. Lantunan takbir diiringi tabuhan bedug menggema menambah semaraknya hari raya. Suara takbir bersahut-sahutan mengajak kita untuk sejenak melakukan refleksi bahwa tidak ada yang agung, tidak ada yang layak untuk disembah kecuali Allah, Tuhan semesta alam.

Pada hari itu, kaum muslimin selain dianjurkan melakukan shalat sunnah dua rekaat, juga dianjurkan untuk menyembelih binatang kurban bagi yang mampu. Anjuran berkurban ini bermula dari kisah penyembelihan Nabi Ibrahim kepada putra terkasihnya yakni Nabi Ismail.

Peristiwa ini memberikan kesan yang mendalam bagi kita. Betapa tidak. Nabi Ibrahim yang telah menunggu kehadiran buah hati selama bertahun-tahun ternyata diuji Tuhan untuk menyembelih putranya sendiri. Nabi Ibrahim dituntut untuk memilih antara melaksanakan perintah Tuhan atau mempertahankan buah hati dengan konsekuensi tidak mengindahkan perintahNya. Sebuah pilihan yang cukup dilematis. Namun karena didasari ketakwaan yang kuat, perintah Tuhanpun dilaksanakan. Dan pada akhirnya, Nabi Ismail tidak jadi disembelih dengan digantikan seekor domba. Legenda mengharukan ini diabadikan dalam al Quran surat al Shaffat ayat 102-109.

Kisah tersebut merupakan potret puncak kepatuhan seorang hamba kepada Tuhannya. Nabi Ibrahim mencintai Allah melebihi segalanya, termasuk darah dagingnya sendiri. Kecintaan Nabi Ibrahim terhadap putra kesayangannya tidak menghalangi ketaatan kepada Tuhan. Model ketakwaan Nabi Ibrahim ini patut untuk kita teladani.

Dari berbagai media, kita bisa melihat betapa budaya korupsi masih merajalela. Demi menumpuk kekayaan rela menanggalkan ”baju” ketakwaan. Ambisi untuk meraih jabatan telah memaksa untuk rela menjebol ”benteng-benteng” agama. Dewasa ini, tata kehidupan telah banyak yang menyimpang dari nilai-nilai ketuhanan. Dengan semangat Idul Adha, mari kita teladani sosok Nabi Ibrahim. Berusaha memaksimalkan rasa patuh dan taat terhadap ajaran agama.

Di samping itu, ada pelajaran berharga lain yang bisa dipetik dari kisah tersebut. Sebagaimana kita ketahui bahwa perintah menyembelih Nabi Ismail ini pada akhirnya digantikan seekor domba. Pesan tersirat dari adegan ini adalah ajaran Islam yang begitu menghargai betapa pentingnya nyawa manusia.

Hal ini senada dengan apa yang digaungkan Imam Syatibi dalam magnum opusnya al Muwafaqot. Menurut Syatibi, satu diantara nilai universal Islam (maqoshid al syari’ah) adalah agama menjaga hak hidup (hifdzu al nafs). Begitu pula dalam ranah fikih, agama mensyari’atkan qishosh, larangan pembunuhan dll. Hal ini mempertegas bahwa Islam benar-benar melindungi hak hidup manusia. (hlm.220 )
  
Nabi Ismail rela mengorbankan dirinya tak lain hanyalah demi mentaati perintahNya. Berbeda dengan para teroris dan pelaku bom bunuh diri. Apakah pengorbanan yang mereka lakukan benar-benar memenuhi perintah Tuhan demi kejayaan Islam atau justru sebaliknya?.

Para teroris dan pelaku bom bunuh diri jelas tidak sesuai dengan nilai universal Islam. Islam menjaga  hak untuk hidup, sementara mereka—dengan aksi bom bunuh diri— justru mencelakakan  dirinya sendiri. Di samping itu, mereka juga membunuh rakyat sipil tak bersalah, banyak korban tak berdosa berjatuhan. Lebih parah lagi, mereka  bukan membuat Islam berwibawa di mata dunia, melainkan menjadikan Islam sebagai agama yang menakutkan, agama pedang dan sarang kekerasan. Akibat aksi nekat mereka ini justru menjadikan Islam laksana ”raksasa” kanibal yang haus darah manusia.

Imam Ghazali dalam Ihya ’Ulumuddin pernah menjelaskan tentang tata cara melakukan amar ma’ruf nahi munkar.  Menurutnya, tindakan dalam bentuk aksi pengrusakan, penghancuran tempat kemaksiatan adalah wewenang negara atau badan yang mendapatkan legalitas negara. Tindakan yang dilakukan Islam garis keras dalam hal ini jelas tidak prosedural. (vol.2 hlm.311)

Sudah semestinya dalam melakukan amar makruf nahi munkar tidak sampai menimbulkan kemunkaran yang lebih besar. Bukankah tindakan para teroris dan pelaku bom bunuh diri ini justru merugikan terhadap Islam itu sendiri ?. Merusak citra Islam yang semestinya mengajarkan kedamaian dan rahmatan lil ’alamin. Ajaran Islam yang bersifat humanis, memahami pluralitas dan menghargai kemajemukan semakin tak bermakna.

Semoga dengan peristiwa eksekusi mati Amrozi cs, mati pula radikalisme Islam, terkubur pula Islam yang berwajah seram. Pengorbanan Nabi Ismail yang begitu tulus menjalankan perintahNya jelas berbeda dengan pengorbanan para teroris.

Di hari Idul Adha, bagi umat Islam yang mampu dianjurkan untuk menyembelih binatang kurban. Pada dasarnya, penyembelihan binatang kurban ini mengandung dua nilai yakni kesalehan ritual dan kesalehan sosial. Kesalehan ritual berarti dengan berkurban, kita telah melaksanakan perintah Tuhan yang bersifat transedental. Kurban dikatakan sebagai kesalehan sosial karena selain sebagai ritual keagamaan, kurban juga mempunyai dimensi kemanusiaan.

Bentuk solidaritas kemanusiaan ini termanifestasikan secara jelas dalam pembagian daging kurban. Perintah berkurban bagi yang mampu ini menunjukkan bahwa Islam adalah agama yang respek terhadap fakir-miskin dan kaum dhu’afa lainnya. Dengan disyari’atkannya kurban, kaum muslimin dilatih untuk mempertebal rasa kemanusiaan, mengasah kepekaan  terhadap masalah-masalah sosial, mengajarkan sikap saling menyayangi terhadap sesama.

Meski waktu pelaksanaan penyembelihan kurban dibatasi (10-13 Dzulhijjah), namun jangan dipahami bahwa Islam membatasi solidaritas kemanusiaan. Kita harus mampu menangkap makna esensial dari pesan yang disampaikan teks, bukan memahami teks secara literal. Oleh karenanya, semangat untuk terus ’berkurban’ senantiasa kita langgengkan pasca Idul Adha.

Saat ini kerap kita jumpai, banyak kaum muslimin yang hanya berlomba meningkatkan kualitas kesalehan ritual tanpa diimbangi dengan kesalehan sosial. Banyak umat Islam yang hanya rajin shalat, puasa bahkan mampu ibadah haji berkali-kali, namun tidak peduli dengan masyarakat sekitarnya. Sebuah fenomena yang menyedihkan. Mari kita jadikan Idul Adha sebagai momentum untuk meningkatkan dua kesalehan sekaligus yakni kesalehan ritual dan kesalehan sosial. Selamat berhari raya !

Pesantrenvirtual.com

Sabtu, 20 Oktober 2012

Tentang mandi wajib (Junub)

Kali ini Blog anak Indonesia ingin berbagi informasi tentang mandi wajib dan tata caranya. Informasi ini termasuk hal yang mendasar yang wajib untuk diketahui oleh seorang muslim.

Meskipun blog ini bernama blog anak Indonesia, maka meskipun pembacanya masih anak-anak, tentunya mereka juga harus tahu, bahwa mandi wajib itu penting untuk orang yang memiliki hadats besar, agar mereka kembali suci dan mereka juga bisa tahu bagaimana cara melakukan mandi wajib itu.

Apa itu mandi wajib 

Mandi wajib itu ialah mandi yang diwajibkan oleh agama Islam atas orang-orang mukallaf1 dari kalangan pria maupun wanita untuk membersihkan diri dari hadats besar2. 

menurut aturan Syari’at Islamiyah, mandi junub itu dinamakan mandi wajib dengan mengalirkan air ke seluruh bagian tubuh3. Mandi junub ini adalah termasuk dari perkara syarat sahnya shalat kita, sehingga bila kita tidak mengerjakannya dengan cara yang benar maka mandi junub kita itu tidak dianggap sah sehingga kita masih belum lepas dari hadats besar. Akibatnya shalat kita dianggap tidak sah bila kita menunaikannya dalam keadaan belum bersih dari hadats besar dan kecil. Sedangkan mandi junub yang benar itu ialah mandi junub yang dilakukan dengan mengamalkan cara-cara mandi junub yang diajarkan oleh Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa ‘ala aalihi wasallam.

Beberapa keadaan yang diwajibkan untuk mandi junub :

Ada beberapa keadaan yang menyebabkan dia dianggap dalam keadaan berhadats besar sehingga diwajibkan dia untuk melepaskan diri darinya dengan mandi junub. Beberapa keadaan itu adalah sebagai berikut :
  1. Keluarnya mani, apakah karena syahwat atau karena sebab yang lainnya. Hal ini sebagaimana dinyatakan oleh Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa'ala aalihi wasallam dalam sabda beliau sebagai berikut :
  2. Dari Abi Sa’id Al Khudri dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa ‘ala aalihi wasallam, bahwa beliau bersabda: “Hanyalah air itu (yakni mandi) adalah karena air pula (yakni karena keluar air mani”. (HR. Muslim dalam Shahihnya).
    Dalam menerangkan hadits ini Al Imam Abu Zakaria Muhyiddin bin Syaraf An Nawawi menyatakan: “Dan Maknanya ialah: Tidak wajib mandi dengan air, kecuali bila telah keluarnya air yang kental, yaitu mani4”.
  3. Berhubungan suami istri(adab bersetubuh dalam islam). baik keluar mani atau tidak keluar mani. Hal ini sebagaimana yang dinyatakan Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa ‘ala aalihi wasallam dalam sabdanya sebagai berikut :
  4. Dari Abi Hurairah radhiyallahu ‘anhu, dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa ‘ala aalihi wasallam, bahwa beliau bersabda: “Apabila seorang pria telah menindih diantara empat bagian tubuh perempuan (yakni berhubungan seks) kemudian dia bersungguh-sungguh padanya (yakni memasukkan kemaluannya pada kemaluan perempuan itu), maka sungguh dia telah wajib mandi karenanya”. (HR. Bukhari dalam Shahihnya)
  5. Berhentinya haid dan nifas (Masalah ini akan dibahas insya Allah dalam menu Muslimah).
  6. Mati dalam keadaan Muslim, maka yang hidup wajib memandikannya. (Masalah ini akan dibahas insya Allah dalam topik pembahasan “Cara Memandikan Jenazah”).

Cara menunaikan mandi wajib :

Niat Mandi Wajib Karena menunaikan mandi junub itu adalah termasuk ibadah kepada Allah Ta’ala, maka disamping harus dilakukan dengan ikhlas karena Allah semata, juga harus pula dilaksanakan dengan cara dituntunkan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa ‘ala aalihi wasallam. Dalam hal ini terdapat beberapa riwayat yang memberitakan beberapa cara mandi junub tersebut. Riwayat-riwayat itu adalah sebagai berikut:
  1. Dari Ali bin Abi Thalib Radhiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa ‘ala aalihi wasallam telah bersabda : Barangsiapa yang meninggalkan bagian tubuh yang harus dialiri air dalam mandi janabat walaupun satu rambut tidak dibasuh dengan air mandi itu, maka akan diperlakukan kepadanya demikian dan demikian dari api neraka”. (HR. Abu Dawud dalam Sunannya hadits ke 249 dan Ibnu Majah dalam Sunannya hadits ke 599. Dan Ibnu Hajar Al Asqalani menshahihkan hadits ini dalam Talkhishul Habir jilid 1 halaman 249)
  2. Dengan demikian kita harus meratakan air ketika mandi janabat ke seluruh tubuh dengan penuh kehati-hatian sehingga dilakukan penyiraman air ketubuh kita itu berkalai-kali dan rata.
  3. Dari ‘Aisyah Radhiyallahu ‘anha beliau menyatakan: Kebiasaannya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa ‘ala aalihi wasallam apabila mandi junub, beliau memulai dengan mencuci kedua telapak tangannya, kemudian beliau berwudhu’ seperti wudhu’ beliau untuk shalat, kemudian beliau memasukkan jari-jemari beliau kedalam air, sehingga beliau menyilang-nyilang dengan jari-jemari itu rambut beliau, kemudian beliau mengalirkan air ke seluruh tubuh beliau”. (HR. Al-Bukhari dalam Shahihnya hadits nomer 248 (Fathul Bari) dan Muslim dalam Shahihnya hadits ke 316. Dalam riwayat Muslim ada tambahan lafadz berbunyi demikian : “Kemudian beliau mengalirkan air ke seluruh tubuhnya, kemudian mencuci kedua telapak kakinya”).
  4. Jadi dalam mandi junubnya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa ‘ala aalihi wasallam, beliau memasukkan air ke sela-sela rambut beliau dengan jari-jemari beliau. Ini adalah untuk memastikan ratanya air mandi junub itu sampai ke kulit yang ada di balik rambut yang tumbuh di atasnya. Sehingga air mandi junub itu benar-benar mengalir ke seluruh kulit tubuh.
  5. Maimunah Ummul Mu’minin menceritakan: Aku dekatkan kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa ‘ala aalihi wasallam air mandi beliau untuk janabat. Maka beliau mencuci kedua telapak tangan beliau dua kali atau tiga kali, kemudian beliau memasukkan kedua tangan beliau ke dalam bejana air itu, kemudian beliau mengambil air dari padanya dengan kedua telapak tangan itu untuk kemaluannya dan beliau mencucinya dengan telapak tangan kiri beliau, kemudian setelah itu beliau memukulkan telapak tangan beliau yang kiri itu ke lantai dan menggosoknya dengan lantai itu dengan sekeras-kerasnya. Kemudian setelah itu beliau berwudhu’ dengan cara wudhu’ yang dilakukan untuk shalat. Setelah itu beliau menuangkan air ke atas kepalanya tiga kali tuangan dengan sepenuh telapak tangannya. Kemudian beliau membasuh seluruh bagian tubuhnya. Kemudian beliau bergeser dari tempatnya sehingga beliau mencuci kedua telapak kakinya, kemudian aku bawakan kepada beliau kain handuk, namun beliau menolaknya”. (HR. Muslim dalam Shahihnya hadits ke 317 dari Ibnu Abbas).
  6. Dari hadits ini, menunjukkan bahwa setelah membasuh kedua telapak tangan sebagai permulaan amalan mandi junub, maka membasuh kemaluan sampai bersih dengan telapak tangan sebelah kiri dan setelah itu telapak tangan kiri itu digosokkan ke lantai dan baru mulai berwudhu’. Juga dalam riwayat ini ditunjukkan bahwa setelah mandi junub itu, sunnahnya tidak mengeringkan badan dengan kain handuk.
  7. Dari Maimun (istri Nabi Shallallahu ‘alaihi wa ‘ala aalihi wasallam), beliau memberitakan bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa ‘ala aalihi wasallam ketika mandi janabat, beliau mencuci kemaluannya dengan tangannya, kemudian tangannya itu digosokkan ke tembok, kemudian setelah itu beliau mencuci tangannya itu, kemudian beliau berwudhu’ seperti cara wudhu’ beliau untuk shalat. Maka ketika beliau telah selesai dari mandinya, beliau membasuh kedua telapak kakinya”. (HR. Bukhari dalam Shahihnya, hadits ke 260).
  8. Dari hadits ini, menunjukkan bahwa menggosokkan telapak tangan kiri setelah mencuci kemaluan dengannya, bisa juga menggosokkannya ke tembok dan tidak harus ke lantai. Juga dalam hadits ini diterangkan bahwa setelah menggosokkan tangan ke tembok itu, tangan tersebut dicuci, baru kemudian berwudhu’.

Penutup dan Kesimpulan

Dari berbagai riwayat tersebut di atas kita dapat simpulkan, bahwa cara mandi junub itu adalah sebagai berikut :
  1. Mandi junub harus diniatkan ikhlas semata karena Allah Ta’ala dalam rangka menta’atiNya dan beribadah kepadaNya semata.
  2. Dalam mandi junub, harus dipastikan bahwa air telah mengenai seluruh tubuh sampaipun kulit yang ada di balik rambut yang tumbuh di manapun di seluruh tubuh kita. Karena itu siraman air itu harus pula dibantu dingan jari-jemari tangan yang mengantarkan air itu ke bagian tubuh yang paling tersembunyi sekalipun.
  3. Mandi junub dimulai dengan membasuh kedua telapak tangan sampai pergelangan tangan, masing-masing tiga kali dan cara membasuhnya dengan mengguyur kedua telapak tangan itu dengan air yang diambil dengan gayung. Dan bukannya dengan mencelupkan kedua telapak tangan itu ke bak air.
  4. Setelah itu mengambil air dengan telapak tangan untuk mencuci kemaluan dengan telapak tangan kiri sehingga bersih.
  5. Kemudian telapak tangan kiri itu digosokkan ke lantai atau ke tembok sebanyak tiga kali. Dan setelah itu dibasuh dengan air.
  6. Setelah itu berwudhu’ sebagaimana cara berwudhu’ untuk shalat.
  7. Kemudian mengguyurkan air dari kepala ke seluruh tubuh dan menyilang-nyilangkan air dengan jari-jemari ke sela-sela rambut kepala dan rambut jenggot dan kumis serta rambut mana saja di tubuh kita sehingga air itu rata mengenai seluruh tubuh.
  8. Kemudian bila diyakini bahwa air telah mengenai seluruh tubuh, maka mandi itu diakhiri dengan membasuh kedua telapak kaki sampai mata kaki.
  9. Disunnahkan untuk tidak mengeringkan badan dengan kain handuk atau kain apa saja untuk mengeringkan badan itu.
  10. Disunnahkan untuk melaksanakan mandi junub itu dengan tertib seperti yang dicontohkan oleh Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa ‘ala aalihi wasallam.
Demikianlah cara mandi wajib/junub yang benar sebagaimana yang diajarkan oleh Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa ‘ala aalihi wasallam dan juga telah dicontohkan oleh beliau. Semoga dengan kita menunaikan ilmu ini, amalan ibadah shalat kita akan diterima oleh Allah Ta’aala karena kita telah suci dari junub atau hadats besar. Amin Ya Mujibas sa’ilin.

keterangan*)
  1. Tentang pengertian orang yang mukallaf, artinya orang yang telah baligh dari sisi usianya dan telah mumayyiz dari sisi kemampuan berfikirnya. Mumayyiz itu sendiri artinya ialah kemampuan membedakan mana yang bermanfaat baginya dan mana pula yang bermudarat.
  2. Tentang pengertian hadatas besar, telah diterangkan dalam artikel “Apa & Bagaimana Thaharah ?”
  3. Ar Raudhatun Nadiyah, Al Allamah Shiddiq Hasan Khan, hal. 35.
  4. Al Majmu’ Syarah Muhadzdzab, Abu Zakaria Muhyiddin bin Syaraf An Nawawi, jilid 2 hal. 153, Darul Fikr Beirut Libanon, cet. Th. 1417 H / 1996 M.
sumber http://www.alghuroba.org/junub.php dengan pengubahan seperlunya.

Semoga dengan mengetahui cara mandi wajib seperti diatas dapat menambah ketaqwaan dan keimanan menjelang bulan puasa ini.

Sudahkan anda mendownload jadwal puasa dan mengetahui pahala-pahala shalat tarawih silakan baca artikel ini.