Senin, 01 November 2010

6 hal penting dalam pasta gigi


Bangun tidur kuterus mandi. Tidak lupa menggosok gigi. Habis mandi kutolong ibu. Membersihkan tempat tidurku.
Inilah lagu yang diajarkan oleh ibu saya ketika saya masih kecil dulu.

Teringat akan lagu tersebut membuat saya penasaran, sebenarnya apa sih yang penting dalam gogok gigi itu, serta apakah perlu kita menggunakan pasta gigi supaya gigi kita tidak menjadi kuning?
setelah mencari tahu di internet ternyata ditemukan 6 rahasia dibalik pasta gigi yang perlu kita ketahui. Dengan begitu kita bisa tahu pasta gigi apa yang cocok untuk digunakan berdasarkan kandungan dalam pasta gigi tersebut.

1. Fluoride, bahan yang terpenting
Hal yang terpenting dalam pasta gigi adalah flouride. Ada begitu banyak produk pasta gigi yang diperkaya dengan kandungan sesuai kebutuhan gigi kita, seperti tartar control, pemutih, atau penyegar napas. Namun, dalam pasta gigi yang paling penting adalah fluoride-nya. Menurut Academy of General Dentistry, menggosok gigi dengan pasta gigi ber-fluoride dua kali sehari bisa mengurangi kerusakan gigi hingga 40 persen.

2. Pemutih tak akan langsung membuat gigi jadi putih
Ada belasan produk yang menjanjikan senyum yang cemerlang, tetapi apa sih kandungan dari pasta gigi dengan whitener ini? "Pasta gigi dengan pemutih mengandung 'pengampelas' ringan untuk membantu menghilangkan noda di permukaan gigi," kata Clifford Whall, PhD, Direktur American Dental Association (ADA) Seal of Acceptance Program. Nah kalau anda ingin gginya bcepat putih, maka gunakan saja amplas kasar, terus gosok, maka dijamin deh cepet tuh putihnya. :)

Bentuk partikel yang digunakan pada produk pemutih dimodifikasi untuk membersihkan noda tersebut dengan lebih baik sehingga Anda bisa melihat adanya perbedaan pada gigi Anda. Meskipun begitu, produk-produk ini tidak mengandung pemutih sehingga tidak mungkin membuat gigi Anda langsung putih seperti jika Anda menjalani perawatan pemutihan gigi secara profesional.

3. Lebih sedikit, lebih baik
Seperti yang kita lihat di ilan televisi,bahwa modelnya memegang sikat gigi yang dipenuhi pasta gigi. Namun, memencet pasta gigi sebanyak ini (katakan, sepanjang 2 cm) tidak akan membuat gigi Anda lebih bersih daripada jika Anda hanya menuang 1 cm pasta gigi, demikian menurut E Jane Crocker, RHD, Presiden Massachusetts Dental Hygienists’ Association. iklan di buat seperti itu ya, biar pasta gigi yang anda gunakan cepat habis, terus cepat beli lagi deh, kan untuk tuh di produsen.

"Yang Anda butuhkan hanya pasta gigi seukuran kacang," katanya. Pasta gigi sebanyak itu tidak hanya akan membuat penggosokan gigi lebih efektif (dengan membersihkan dan menghilangkan plak, noda, dan sisa makanan), Anda juga akan menghemat pasta gigi Anda.

4. Cara Anda menyikat gigi jauh lebih penting
Anda boleh saja membeli pasta gigi terbaik, dan sikat gigi paling sempurna di toko, tetapi jika Anda tidak menggosok gigi Anda dengan benar, sia-sia saja. "Untuk menyikat gigi dengan semestinya, Anda harus memegang sikat pada posisi 45 derajat sehingga Anda membuat bulu sikat gigi ada di antara gigi dan gusi," ujar Dr Whall. "Gerakkan sikat gigi dalam bentuk lingkaran kecil di area tersebut, lalu lanjutkan pada gigi yang lain. Proses ini akan menghabiskan waktu sekitar satu atau dua menit sampai selesai."


5. Kandungan pasta gigi bisa mencengangkan
Anda mungkin tidak mengenali nama-nama yang terdaftar di sisi tabung pasta gigi. Bahan-bahan seperti rumput laut atau deterjen bisa ditemukan dalam banyak pasta gigi ber-fluoride. Menurut ADA, bahan pengental pasta gigi bisa terbuat dari koloid rumput laut, koloid mineral, dan getah alam. Sedangkan untuk busanya, kebanyakan produk mengandalkan deterjen seperti sodium lauryl sulfate, yang juga bisa ditemukan di sampo atau sabun cair. Bahan ini dianggap 100 persen aman dan efektif oleh ADA.

6. Pilih Pasta atau gel?
Ada yang mengatakan, bentuk pasta lebih baik daripada bentuk gel, atau sebaliknya. Namun, menurut para ahli kesehatan, kedua jenis bahan ini tetap membersihkan gigi dengan baik. "Selain cita rasa, tekstur, atau bagaimana pasta gigi itu berpengaruh pada perasaan pemakainya, tidak ada perbedaan besar dari bentuk-bentuk bahannya," kata Crocker. "Menurut saya sih, hal ini tergantung pilihan masing-masing, yang biasanya diketahui melalui trial and error. Saya sendiri mendorong pasien-pasien saya untuk menggunakan produk apa pun yang bisa membuat mereka menggosok gigi." Dengan kata lain, terserah mau pilih produk apa, yang penting Anda rajin gosok gigi!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar